Dalam scrimmage game lawan Singapura, permainan Timnas Basket Putra sempat telat panas.
Timnas pun tertinggal di awal-awal pertandingan saat kedudukan 0-4 yang kemudian dikejar melalui free throw Abraham Damar Grahita.
Singapura memberikan perlawanan. Mereka menjaga hegemoni di kuarter pertama hingga menyisakan 1 menit. Kemudian Indonesia baru bisa membalikkan keadaan pada saat posisi skor 15-14.
Baca Juga: Jonatan Christie Tumbang, Gregoria Lolos ke Final Kumamoto Masters 2024
Setelah itu, Pasukan Merah Putih menjaga keunggulannya atas Singapura dengan menutup kuarter 17-14.
Kemudian di kuarter kedua, leading 38-24. Memasuki kuarter ketiga, Indonesia mencetak 17 poin sehingga menutup kuarter ini dengan kedudukan 57-42.
Permainan Indonesia semakin panas dan mencetak 31 angka dan Singapura menambah 18 angka di kuarter akhir sehingga menutup pertandingan ini dengan skor 88-60.
Baca Juga: Catatan Kualifikasi Piala Duni 2026: Kalah dari Jepang, Bukan 'Kiamat'!
“Jadi dari awal kita harus benar-benar tampil strong. Selain harus konsisten, terpenting adalah energi dan fighting spiritnya."
"Kita harus bisa level kompetititfnya itu harus bisa konstan dari satu sampai selesai,” tukas Coach Ahang.
Dari evaluasi Coach Ahang, para pemain juga masih banyak turn over terutama pada saat kuarter kedua. Kurang lebih 5 turn over yang membuat lawan mencetak banyak poin dari situasi itu.
Baca Juga: Ganda Putra Fajar/Rian Lolos ke Final Kumamoto Masters 2024, Siap Hadapi Ganda Jepang
“Kita tidak bisa bermain seperti itu. Di pertandingan level tinggi, begitu kita bikin turn over otomatis kita kena skor."
"Begitu juga dengan kuarter ketiga, kita di awal masih pelan-pelan gitu baru kemudian naik."
"Jadi masih banyak hal yang mesti kita rapihkan lagi di sisa-sisa waktu ini. Namun saya yakin anak-anak akan bermain maksimal dan memberikan yang terbaik di laga sesungguhnya nanti,” ungkapnya.