SportlinkNews - Gim 4 Final Wilayah Timur NBA 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi Cleveland Cavaliers untuk menjaga musim mereka tetap hidup.
Tertinggal 0-3 dari New York Knicks, Cavaliers wajib menang pada laga Senin malam, 25 Mei waktu setempat jika tidak ingin tersapu dan gagal melaju ke Final NBA.
Sebuah situasi yang jelas tidak menguntungkan bagi Cleveland.
Baca Juga: Antonio Conte Resmi Lepas Jabatan Pelatih Napoli
Knicks datang dengan momentum besar setelah tampil dominan sepanjang seri, termasuk kemenangan meyakinkan pada tiga gim pertama yang membuat mereka kini hanya berjarak satu kemenangan dari Final NBA pertama sejak 1999.
Tak hanya unggul secara skor seri, New York juga tampil sangat efisien dalam menyerang. Dalam 13 pertandingan playoff musim ini, Knicks mencatat effective field goal percentage sebesar 59,3 persen, angka tertinggi dalam sejarah playoff NBA.
Angka itu meningkat dari effective field goal percentage Knicks pada musim reguler yang berada di angka 55,7 persen, terbaik kesembilan di NBA.
Baca Juga: Juara Liga Primer Bikin Arsenal Percaya Diri Tatap Final Liga Champions
Bahkan, capaian tersebut sekitar 13 persen lebih tinggi dibanding estimasi kualitas tembakan mereka yang berada di angka 52,6 persen.
Produktivitas itu lahir dari performa impresif para pemain inti mereka. OG Anunoby tampil tajam dari garis tripoin, sementara Jalen Brunson terus menjadi motor utama serangan Knicks bersama Mikal Bridges.
Brunson bahkan sukses mengeksploitasi pertahanan Donovan Mitchell lewat permainan pick-and-roll yang menjadi senjata utama Knicks dalam dua pertandingan terakhir.
Baca Juga: Milan Dihajar Cagliari, Ini Reaksi Allegri: Semua Orang Tidak Menyangka
Di sisi lain, Cavaliers justru terus dibayangi masalah yang sama, yaitu start lambat. Cleveland sudah tertinggal dua digit pada 11 dari 17 pertandingan playoff musim ini, termasuk lima kali langsung tertinggal jauh sejak kuarter pertama.
Kesulitan tersebut sebagian besar berasal dari buruknya performa serangan Cavaliers, yang hanya mencatat rating ofensif 105,7 poin per 100 possession di kuarter pertama, disertai lebih dari 20 turnover per 100 possession.
Masalah tersebut menjadi ancaman serius menghadapi Knicks yang sangat nyaman bermain dalam posisi unggul. New York memiliki rekor 10-1 di playoff saat sempat memimpin dua digit.
Baca Juga: Real Madrid Terpaksa Menunda Pengumuman Jose Mourinho
Pelatih Cavaliers kini mulai mempertimbangkan perubahan susunan pemain demi meningkatkan daya ledak serangan.
Dean Wade dinilai belum memberi kontribusi ofensif maksimal, sehingga opsi memainkan Sam Merrill, Max Strus, atau Jaylon Tyson mulai dibahas jelang Gim 4.
Meski tampil buruk pada Gim 2 setelah gagal memasukkan seluruh tujuh percobaan tripoinnya, Merrill mulai menunjukkan perbaikan dengan mencetak dua dari empat tembakan jarak jauh pada laga Sabtu.
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Tantang Singapura dan Kamboja
Namun perubahan itu juga berisiko membuka ruang lebih besar bagi Brunson untuk kembali mendominasi permainan.
Jika Cavaliers gagal menemukan jawaban atas agresivitas Knicks sejak awal laga, peluang sapu bersih akan semakin terbuka.
Sebaliknya, kemenangan di Gim 4 bisa menjadi titik balik yang menghidupkan kembali asa Cleveland untuk memperpanjang seri menuju New York.
Artikel Terkait
Final Timur NBA 2026: Konsistensi Knicks Ditantang Kebangkitan Cavaliers
Josh Hart Bersinar, Knicks Tinggalkan Cavaliers 2-0 di Final Wilayah Timur NBA 2026
Cavaliers Diburu Tekanan Besar Jelang Gim 3 Kontra Knicks
Knicks Bungkam Cavaliers, Tinggal Selangkah ke Final NBA 2026
Cavaliers di Ujung Tanduk, Harden Masih Yakin Bisa Bangkit