NBA 2026 Dipastikan Lahirkan Juara Baru, Era Dinasti Resmi Berakhir

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 31 Mei 2026 | 21:50 WIB
Final NBA 2026 mulai 4 Juni mendatang akan menelurkan juara baru musim ini. Antara San Antonio Spurs atau New York Knicks.  (IG @nba)
Final NBA 2026 mulai 4 Juni mendatang akan menelurkan juara baru musim ini. Antara San Antonio Spurs atau New York Knicks. (IG @nba)

SportlinkNews - Jika ada satu hal yang menjadi ciri khas NBA dalam beberapa tahun terakhir, itu adalah ketidakmampuan siapa pun untuk mempertahankan mahkota juara.

Musim 2025-2026 kembali mempertegas tren tersebut.

Kekalahan Oklahoma City Thunder dari San Antonio Spurs di Final Wilayah Barat memastikan NBA akan memiliki kampiun baru untuk musim kedelapan secara beruntun, sebuah rekor terpanjang dalam sejarah liga.

Baca Juga: Samir Nasri Sebut Strategi Arsenal Picu Keputusan Wasit Merugikan

Artinya, siapa pun yang keluar sebagai pemenang dalam Final NBA 2026 antara San Antonio Spurs dan New York Knicks akan menambah daftar panjang juara baru yang terus berganti sejak 2019.

Di era modern olahraga profesional, dominasi jangka panjang biasanya menjadi tolok ukur kekuatan sebuah organisasi. Namun NBA justru bergerak ke arah yang berbeda.

Liga basket paling bergengsi di dunia itu kini memasuki fase yang lebih terbuka, ketika kekuatan tidak lagi terpusat pada satu tim atau satu generasi pemain.

Baca Juga: Marco Bezzecchi dan Jorge Martin Kuasai GP Italia, Runtuhkan Dominasi Ducati di Mugello

Dulu, publik terbiasa melihat sebuah dinasti menguasai liga selama bertahun-tahun. Mulai dari era Chicago Bulls bersama Michael Jordan, Los Angeles Lakers milik Kobe Bryant, hingga Golden State Warriors yang dipimpin Stephen Curry.

Kini, pemandangannya berubah total. Era dinasti sudah berakhir

Golden State Warriors menjadi tim terakhir yang mampu mempertahankan gelar NBA secara beruntun. Setelah menjuarai NBA pada 2017 dan 2018, dominasi mereka perlahan mulai memudar.

Baca Juga: Eze dan Gabriel Gagal Penalti, Declan Rice Tegaskan Skuad Arsenal Tak Menyalahkan

Tahun 2019 menjadi titik awal perubahan besar ketika Toronto Raptors mengejutkan dunia dengan menumbangkan Warriors di Final NBA.

Gelar pertama dalam sejarah franchise Kanada tersebut sekaligus membuka era baru kompetisi yang jauh lebih kompetitif.

Sejak saat itu, tidak ada satu pun tim yang mampu mempertahankan status juara.

Baca Juga: Steven Gerrard Sebut Liverpool Tepat Pecat Arne Slot

Los Angeles Lakers menjadi kampiun pada 2020 dalam musim unik yang berlangsung di gelembung Orlando akibat pandemi Covid-19.

Setahun kemudian giliran Milwaukee Bucks mengakhiri penantian 50 tahun berkat kepemimpinan Giannis Antetokounmpo.

Setelah itu muncul Denver Nuggets yang meraih gelar perdana franchise pada 2023 lewat dominasi Nikola Jokic. Boston Celtics kemudian mencatat sejarah pada 2024 dengan mengoleksi gelar ke-18 dan menjadi tim tersukses dalam sejarah NBA.

Baca Juga: Gagal Bertahan di Super League, Persis Solo Lakukan Restrukturisasi Semua Lini

Musim lalu, Oklahoma City Thunder melanjutkan tren tersebut. Hasil dari proses pembangunan tim yang panjang akhirnya berbuah manis ketika mereka menjuarai NBA 2025 setelah mengalahkan Indiana Pacers dalam seri tujuh pertandingan.

Namun usia kejayaan Thunder ternyata hanya bertahan satu musim.

Banyak pihak meyakini Oklahoma City memiliki peluang besar menjadi tim pertama sejak Warriors yang mampu mempertahankan gelar.

Baca Juga: Karakter Rayhan Hannan Sangat Cocok untuk Timnas Indonesia

Thunder datang dengan status juara bertahan, skuad muda yang terus berkembang, serta dipimpin MVP NBA Shai Gilgeous-Alexander.

Namun semua prediksi itu runtuh ketika mereka bertemu Spurs. Dipimpin Victor Wembanyama, San Antonio tampil tanpa rasa takut sepanjang Final Wilayah Barat.

Meski mayoritas pemain intinya baru merasakan playoff dalam beberapa musim terakhir, Spurs mampu menunjukkan kedewasaan yang mengejutkan.

Baca Juga: Leo Navacchio Tinggalkan Persik Kediri, Torehkan 13 Clean Sheet

Kemenangan 111-103 pada Gim 7 di kandang Thunder menjadi simbol lahirnya kekuatan baru di NBA.

Bagi Spurs, pencapaian ini terasa sangat spesial. Setelah tujuh musim penuh frustrasi dan gagal menembus playoff, mereka kini kembali ke Final NBA untuk pertama kalinya sejak 2014.

Lebih menarik lagi, Spurs melakukannya di era baru tanpa Gregg Popovich sebagai pelatih kepala dan tanpa sosok legendaris seperti Tim Duncan, Tony Parker, maupun Manu Ginobili.

Baca Juga: Fajar/Fikri Runner-up, Gelar Singapore Open 2026 Jatuh ke Tangan Ganda India

Kini franchise asal Texas itu memasuki babak baru dengan Wembanyama sebagai pusat proyek masa depan mereka.

Knicks dan Mimpi Kota New York

Di sisi lain, New York Knicks membawa cerita yang tak kalah menarik. Bagi generasi muda penggemar Knicks, mencapai Final NBA bahkan terasa seperti sebuah keajaiban.

Terakhir kali New York tampil di partai puncak terjadi pada 1999, ketika mereka justru dikalahkan Spurs. Sedangkan gelar juara terakhir diraih lebih dari setengah abad lalu, tepatnya pada 1973.

Baca Juga: Putuskan Tinggalkan AC Milan, Rafael Leao Jadi Buruan Klub Inggris dan Spanyol

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: nba.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X