SportlinkNews - Indonesian Basketball League (IBL) bersama PP Perbasi akan menggelar IBL Referee Development Program mulai 30 November hingga 3 Desember 2024 di Jakarta.
Program ini dilakukan demi mengembangkan sumber daya manusia perwasitan serta meningkatkan kualitas dan keterampilan perangkat pertandingan.
"Dengan penguatan kapasitas perangkat pertandingan dalam menjalankan tugas serta membangun citra positif perangkat pertandingan dapat menjadi contoh bagi generasi mendatang," kata Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah.
Baca Juga: Kalah dari Thailand, Ini Kelemahan Timnas Basket Indonesia di Laga Kualifikasi FIBA Asia Cup 2025
Melalui penguatan kapasitas perangkat pertandingan diyakini kualitas pertandingan akan meningkat sehingga menarik lebih banyak perhatian dan minat dari masyarakat.
IBL Referee Development Program ini akan diikuti 53 orang wasit. "Dari camp tersebut kami akan memilih 45 wasit untuk ditugaskan pada musim kompetisi IBL 2025," jelas Junas.
Jumlah 53 orang peserta camp berasal dari 116 orang pendaftar dengan kriteria usia 21-50 tahun, tinggi badan minimal 155 cm untuk putri dan 165 cm bagi putra.
Baca Juga: Skuad Persib Boyong 20 Pemain Hadapi Port FC, David da Silva dan Dedi Kusnandar Masuk Daftar
Peserta memiliki BMI ideal serta memiliki pengalaman officiating dan pengetahuan peraturan basket. Mereka kemudian diseleksi awal yang menghasilkan 86 orang sebelum akhirnya 53 orang bisa melewati seleksi tahap kedua.
Ke-53 peserta ini, 3 diantaranya perempuan, berasal dari Bali, Banten, DI Yogykarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Selatan.
"Kami akan seleksi untuk mendapatkan setidaknya 45 wasit untuk IBL," kata Junas.
Jumlah tersebut merupakan peningkatan dibandingkan musim lalu dimana 33 wasit ditugaskan memimpin kompetisi IBL 2024.
Mereka akan mendapatkan materi penguatan dari trainer yang diutus oleh FIBA, serta mantan wasit legendaris Indonesia yang kemudian menjadi direktur musim pertama IBL di tahun 2003, Ary Sudarsono.