SportlinkNews - Mantan juara interim kelas ringan UFC, Dustin Poirier, memberikan pandangan tegas mengenai peluang Paddy Pimblett menantang Ilia Topuria.
Menurutnya, bintang asal Inggris itu belum sepenuhnya layak untuk langsung menghadapi sang juara dunia.
Nama Pimblett mulai dikaitkan dengan Topuria sejak kemunculannya di UFC 317 di T-Mobile Arena, Las Vegas, Juni lalu.
Baca Juga: AFC Coret Wakil India di Kompetisi AFC Champions League Two 2025/26
Bahkan, The Baddy sempat melakukan face-off dadakan dengan La Leyenda yang saat itu berhasil merebut sabuk kelas ringan.
Meski demikian, jalan Pimblett menuju laga perebutan gelar tidaklah mudah.
Ia masih harus bersaing dengan sejumlah penantang lain, termasuk Arman Tsarukyan dan Justin Gaethje.
Baca Juga: Persib Siap Ladeni Bangkok United, Frans Putros: Pelatih Sudah Mengetahui Kelemahannya
Dustin Poirier yang kini aktif sebagai pengamat MMA menegaskan bahwa Gaethje jauh lebih pantas dipertemukan dengan Topuria ketimbang Pimblett.
“Saya menghormati Paddy dan apa yang sudah ia lakukan, tetapi kemenangan atas Michael Chandler—dalam kondisi Chandler yang sedang menurun—tidak cukup untuk memberinya kesempatan perebutan gelar,” ucap Poirier, dikutip dari MMA Junkie.
Menurut Poirier, langkah yang lebih realistis adalah Pimblett menjalani satu laga tambahan melawan petarung yang sudah mapan di lima besar.
Baca Juga: Tok! Arhan dan Azizah Resmi Bercerai Setelah 6 Bulan Pisah Rumah
Dari sana, barulah ia bisa membuktikan dirinya layak berada di panggung perebutan sabuk juara.
“Saya ingin melihat Paddy menghadapi lawan tangguh di lima besar. Itu akan menjadi ujian berat, dan setelah itu barulah kita bisa bicara soal gelar,” jelas Poirier.
Artikel Terkait
Kante Cuek Lewati Ronaldo, Tanpa Melirik Bikin Penggemar Tertawa
Malaysia Curiga Indonesia di Balik Sanksi FIFA, Menpora Erick Thohir Beri Jawaban Menohok
Klasemen Serie A: Tiga Klub Berbagi Poin di Puncak, De Bruyne Kirim Pesan Kepada Modric
Pertandingan Valencia Vs Real Oviedo Ditunda karena Peringatan Cuaca
Raja Pound-for-Pound Terence Crawford Ditodong Senjata oleh Polisi