Kejurnas MMA 2026 Siapkan Fondasi Timnas Masa Depan

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 19 Juni 2026 | 21:03 WIB
Dua atlet kategori open berlaga di Kejurnas MMA 2026 PB Pertacami, di di JSI Resort Megamendung, Kab. Bogor, 19-20 Juni 2026. Kejuaraan ini untuk talent scouting atlet pelatnas MMA Indonesia.
Dua atlet kategori open berlaga di Kejurnas MMA 2026 PB Pertacami, di di JSI Resort Megamendung, Kab. Bogor, 19-20 Juni 2026. Kejuaraan ini untuk talent scouting atlet pelatnas MMA Indonesia.

SportlinkNews - Kejurnas MMA 2026 yang digelar PB PERTACAMI di JSI Resort Megamendung, Kab. Bogor, bukan sekadar panggung bagi para petarung terbaik Indonesia untuk memburu gelar nasional.

Lebih dari itu, ajang ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan fondasi timnas MMA Indonesia untuk menghadapi tantangan internasional dalam beberapa tahun ke depan.

Sebanyak 129 atlet dari 51 klub dan sasana yang mewakili 12 provinsi turun bertanding pada kejuaraan yang berlangsung 19-20 Juni tersebut.

Baca Juga: Maverick Vinales Mulai Jengkel dengan Sikap KTM yang Tidak Serius

Mereka bersaing dalam empat kelompok usia, mulai dari U-14 hingga senior, dengan total 21 nomor pertandingan yang diperebutkan.

PB PERTACAMI menjadikan kompetisi ini sebagai bagian penting dari proses regenerasi atlet.

Para peserta tidak hanya memperebutkan medali dan status juara nasional, tetapi juga berkesempatan menarik perhatian tim pemantau bakat yang disiapkan untuk menjaring calon penghuni pelatnas.

Baca Juga: Kinerja Gemilang Cristian Chivu Bertahan di Inter Milan Hingga 2028

Ketua Umum PB PERTACAMI sekaligus Presiden GAMMA, Tommy Paulus Hermawan, menegaskan bahwa arah pembinaan MMA Indonesia saat ini tidak lagi berfokus pada target jangka pendek.

Menurutnya, setiap kompetisi nasional harus mampu menghasilkan atlet yang siap bersaing di level Asia hingga dunia.

"Kami sedang membangun generasi berikutnya. Atlet-atlet yang tampil di sini diharapkan bisa menjadi tulang punggung Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional dalam beberapa tahun mendatang," ungkapnya.

Baca Juga: Sassuolo dan Serie A Berikan Dukungan Moral untuk Ismael Kone

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Dalam dua tahun terakhir, Indonesia mulai menunjukkan perkembangan signifikan di panggung internasional.

Atlet-atlet binaan PERTACAMI sukses meraih gelar pada GAMMA World Championships 2024 dan 2025, mengoleksi medali di SEA Games Thailand 2025, hingga mencatatkan hasil positif pada Asian Youth Games Bahrain.

Tren positif itu berlanjut sepanjang 2026 ketika atlet Indonesia mampu merebut medali emas pada kejuaraan Asia yang berlangsung di China dan Uzbekistan.

Baca Juga: MotoGP Mandalika Tak Sekadar Balapan, Erick Soroti Efek Ekonomi Rp4,96 Triliun

Hasil tersebut sekaligus membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil pada Asian Games Nagoya dan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) Riyadh tahun ini.

Menurut Tommy, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembinaan yang dijalankan mulai menghasilkan atlet dengan kualitas yang mampu bersaing di level internasional.

Karena itu, proses pencarian talenta baru harus terus berjalan agar regenerasi tidak terputus.

Baca Juga: Prediksi Brasil Vs Haiti: Harusnya Tidak Masalah

"Atlet-atlet yang tampil menonjol di Kejurnas ini akan menjadi perhatian kami. Mereka berpeluang masuk ke dalam program pembinaan lanjutan dan dipersiapkan untuk berbagai event internasional," katanya.

Selain fokus pada prestasi, PB PERTACAMI juga ingin mengubah persepsi masyarakat terhadap MMA.

Selama ini olahraga tarung campuran masih kerap dipandang sebagai olahraga yang identik dengan kekerasan. Padahal, menurut Tommy, MMA amatir memiliki standar keselamatan yang sangat ketat.

Baca Juga: Lepas dari Manchester United, Ruben Amorim Kini Berlabuh di AC Milan Siapkan Kebangkitan Rossoneri

Pada kategori usia muda, misalnya, terdapat pembatasan teknik yang diterapkan untuk melindungi atlet. Di kelompok U-18, pukulan ke arah kepala dilarang dan peserta hanya diperbolehkan melakukan serangan ke area leher ke bawah.

Setiap pertandingan juga diawasi perangkat pertandingan yang tersertifikasi, mulai dari wasit hingga juri, guna memastikan seluruh aturan keselamatan berjalan dengan baik.

Tommy berharap MMA dapat berkembang menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda melalui disiplin, sportivitas, dan pengendalian diri.

Baca Juga: Shin Tae-yong Siapkan Macan Kemayoran yang Lincah, Tangguh, dan Mobilitas Tinggi

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X