Indonesia Open Jadi Ujian Tiga Taekwondoin Menuju Asian Games 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 27 Juli 2026 | 21:53 WIB
Ilustrasi taekwondoin Indonesia di Kejuaraan Asia.
Ilustrasi taekwondoin Indonesia di Kejuaraan Asia.

SportlinkNews - Kesiapan taekwondoin Indonesia menuju Asian Games 2026 terus dimatangkan.

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026, pada 1-5 Agustus di Tennis Indoor GBK, Jakarta, jadi salah satu ujian penting bagi tiga taekwondoin Merah Putih yang tengah dipersiapkan menuju Aichi-Nagoya September mendatang.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menjadikan kejuaraan berlevel G2 tersebut sebagai bagian dari rangkaian pematangan performa atlet menuju Asian Games 2026.

Baca Juga: Kalahkan PSG, Real Madrid Segera Rampungkan Transfer Yan Diomande

Selain itu, turnamen ini juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan poin peringkat dunia demi mengamankan posisi unggulan yang lebih baik saat tampil di Asian Games.

Tiga atlet diproyeksikan memperkuat Indonesia pada cabang taekwondo di Asian Games 2026.

Mereka adalah Muhammad Bassam Raihan di nomor kyorugi putra kelas di bawah 68 kilogram, Arya Danu Susilo di kelas di bawah 80 kilogram, serta Andi Sultan pada nomor poomsae putra.

Baca Juga: Aries Susanti Gantikan Pristiawan, Fokus Kawal Timnas ke Asian Games 2026

Bassam datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih medali emas kelas 63 kilogram pada British Taekwondo International Open Manchester 2026.

Kemudian Arya Danu Susilo membawa bekal sebagai peraih emas SEA Games Thailand 2025 dan medali perak China Open 2025.

Di nomor poomsae, Andi Sultan dipercaya mengisi skuad setelah menunjukkan perkembangan positif, termasuk saat merebut emas poomsae freestyle putra pada PON Aceh-Sumatera Utara 2024.

Baca Juga: Buntut Keributan Final Piala Dunia 2026, Dani Olmo Pertanyakan Kejujuran Roberto Ayala

Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian di Jakarta, Senin, 27 Juli, mengatakan, program persiapan ketiga atlet tersebut telah disusun sejak jauh hari melalui serangkaian turnamen internasional.

Sebelum tampil di Jakarta, ketiga atlet telah menjalani uji coba di Spanyol, Chuncheon Open Korea Selatan, dan British Open Inggris.

Lalu Indonesia Open ini, dan setelahnya Vietnam sebagai tryout terakhir Asian Games. Sebelum akhirnya tampil di Kejuaraan Dunia di Korea awal September dan kemudian berlanjut ke Asian Games pada 19 September hingga 4 Oktober. 

Baca Juga: Bintang Termahal Timnas Indonesia Terkunci Aturan FIFA, PSSI Tidak Berdaya

Rafael menilai Indonesia Open memiliki nilai strategis karena menghadirkan 478 atlet dari 36 negara. Menurutnya, kualitas peserta membuat turnamen tersebut menjadi simulasi ideal menghadapi atmosfer persaingan level Asia.

"Atmosfer internasional tidak selalu harus dicari ke luar negeri. Kini, dunia datang ke Jakarta," katanya.

Selain mengukur kemampuan teknik dan mental bertanding, turnamen Grade G2 juga menawarkan poin peringkat dunia yang menjadi salah satu target PBTI.

Baca Juga: Gelandang Arsenal Demiane Agustien Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia

"Kami ingin mendapatkan posisi unggulan yang baik sehingga saat pengundian nanti tidak langsung bertemu lawan-lawan dengan peringkat teratas," ujar Rafael.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X