SportlinkNews - Petarung kelas ringan UFC peringkat tiga dunia, Justin Gaethje, mengungkapkan rasa kecewanya karena belum juga mendapat kesempatan bertarung demi sabuk juara.
Dalam situasi seperti ini, pensiun menjadi pilihan yang mulai dipertimbangkannya.
Gaethje sebenarnya tengah dalam performa impresif.
Baca Juga: Seru! Kota-kota Besar Gelar Nobar Kualifikasi Piala Dunia Timnas Indonesia vs Jepang
Setelah sukses mengalahkan Dustin Poirier lewat KO di ajang UFC 291, ia kembali tampil menghadapi Max Holloway di UFC 300.
Namun, pertandingan itu berakhir mengecewakan bagi Gaethje. Ia kalah KO tepat sebelum bel berbunyi menandai berakhirnya ronde terakhir.
Kekalahan dari Holloway membuat jalannya menuju perebutan gelar kembali terhambat.
Baca Juga: Rizky Ridho Absen di Laga Indonesia vs Jepang, Alami Keluhan Hamstring
Gaethje pun harus bertarung menghadapi petarung yang posisinya berada di luar lima besar, Rafael Fiziev.
Meski berhasil menang lewat keputusan mutlak, namanya tetap tak diutamakan untuk menjadi penantang sabuk.
Di atas Gaethje masih ada Arman Tsarukyan dan Charles Oliveira yang dianggap lebih layak mendapat giliran untuk memperebutkan gelar.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Duel Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Hal ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi petarung berjuluk "The Highlight" tersebut.
Manajernya, Ali Abdelaziz, mengungkapkan bahwa Gaethje merasa jasanya untuk UFC tak dihargai.