Di sisi lain, Chimaev juga menyoroti potensi duel antara JDM dan Islam Makhachev di kelas welter.
Baca Juga: Danilo Petrucci Resmi Bergabung ke BMW untuk WorldSBK 2026 Gantikan Toprak Razgatlioglu
Menurutnya, laga tersebut kemungkinan besar akan membuka jalan bagi Islam untuk merebut gelar dan kembali menduduki posisi petarung terbaik pound-for-pound, menggusur Ilia Topuria.
Sebagai sesama petarung asal Dagestan, Chimaev tidak menutup kemungkinan untuk berhadapan dengan Islam demi status sebagai yang terbaik di UFC.
“Kita lihat saja siapa yang menjadi juara kelas welter. Jika dia menang, itu cara tercepat untuk menjadi petarung nomor satu pound-for-pound,” kata Chimaev.
Namun sebelum itu semua, fokus utama Chimaev saat ini adalah menghadapi Dricus Du Plessis di UFC 319.
Laga tersebut akan digelar di United Center, Chicago, pada 17 Agustus 2025.
Dalam pertarungan ini, Chimaev mengincar sabuk juara kelas menengah yang saat ini dikuasai DDP.
Baca Juga: Benjamin Sesko ke Man United, Rasmus Hojlund Kini Jadi Incaran AC Milan
Meski memiliki rekor impresif, Chimaev diragukan mampu bertahan jika pertarungan berlangsung hingga lima ronde.
Sejumlah petarung yang pernah menghadapi DDP seperti Israel Adesanya, Sean Strickland, dan Robert Whittaker memprediksi Chimaev bisa kewalahan jika stamina menjadi faktor penentu.
Ujian besar menanti Chimaev di UFC 319. Jika ia berhasil menaklukkan DDP, jalannya menuju status petarung pound-for-pound terbaik akan semakin terbuka.