SportlinkNews - Khamzat Chimaev akan menghadapi pertaruhan besar dalam kariernya saat bertemu juara kelas menengah, Dricus du Plessis, pada ajang UFC 319 yang digelar Sabtu di Amerika Serikat atau Minggu (17/8/2025) waktu Indonesia.
Duel ini menjadi pertarungan ke-15 bagi petarung asal Swedia yang dijuluki Borz atau Si Serigala tersebut.
Meski sepanjang karier profesionalnya Chimaev belum pernah merasakan kekalahan, perjalanan menuju posisi puncak tidak selalu mulus.
Baca Juga: Persib Bandung Lolos ke ACL 2, Marc Klok Ingin Atmosfer Stadion Tetap Ramai
Beberapa lawan pernah memberikan perlawanan yang menantang, termasuk mantan juara kelas welter, Kamaru Usman.
Dalam duel itu, Chimaev hanya mampu meraih kemenangan melalui majority draw, menandakan bahwa setiap pertandingan tidak selalu berjalan mudah.
Menjelang pertarungan melawan Du Plessis, mantan juara UFC, Michael Bisping, menilai bahwa Chimaev tengah menghadapi pertaruhan besar dalam kariernya.
Baca Juga: Ketua Umum KONI Pusat Sambut Hangat Aspirasi Atlet dan Legenda Olahraga Indonesia
Kemenangan di UFC 319 diyakini bisa melambungkan namanya ke jajaran elite olahraga ini.
Namun, sebaliknya, hasil minor dapat membuat reputasinya terlupakan dalam waktu satu dekade.
Menurut Bisping, potensi seorang petarung harus dimanfaatkan secara maksimal.
Baca Juga: Real Madrid Incar Adam Wharton, Rekomendasi Langsung dari Jude Bellingham
“Ini sangat luar biasa dan memiliki potensi besar."
"Tetapi, jika Anda tidak menunjukkan kemampuan sesungguhnya, itu tidak akan berarti apa-apa,” ujar Bisping, dilansir dari Championat.com.