SportlinkNews - Kehadiran Islam Makhachev di kelas welter UFC menuai sorotan besar.
Petarung asal Rusia tersebut resmi naik kelas dan langsung dijadwalkan tampil dalam laga perebutan gelar melawan juara bertahan, Jack Della Maddalena, pada ajang UFC 322 yang berlangsung November mendatang.
Pengumuman duel itu bukan hanya menandai kiprah baru Makhachev di kelas welter, melainkan juga memicu perdebatan terkait tatanan divisi.
Baca Juga: Jadwal Persib Bandung Kian Padat, Imbas Penundaan Super League dan Liga Champions Asia
Pasalnya, Makhachev tidak melalui proses antrean penantang gelar seperti petarung lain, melainkan langsung mendapatkan kesempatan emas melawan juara.
Salah satu petarung yang menanggapi situasi ini adalah Sean Brady.
Menurutnya, masuknya Makhachev telah membuat peta persaingan di kelas welter menjadi tidak beraturan.
Baca Juga: Jordi Amat Ikut Prihatin dengan Kondisi Indonesia yang Memanas
“Kedatangan Makhachev seperti mengacaukan divisi ini,” ujar Brady dikutip dari MMAJunkie.
“Tetapi Anda tidak bisa marah kepadanya. Saya tahu dia dan Topuria sedang menyiapkan sesuatu yang besar.”
Brady menilai langkah UFC memberikan kesempatan langsung kepada Makhachev cukup beralasan.
Baca Juga: Calvin Verdonk Resmi Tinggalkan NEC Nijmegen, Gabung LOSC Lille dengan Nilai 3 Juta Euro
Sang petarung datang dengan status mantan juara kelas ringan, sehingga memiliki nama besar yang mampu menarik perhatian publik.
Namun, ia juga menilai situasi ini bisa berdampak pada keberlangsungan divisi welter itu sendiri.