Menurut Whittaker, kemampuan menyerang JDM bisa memberi tekanan konstan kepada Makhachev, terutama jika sang lawan mencoba mengandalkan takedown.
Baca Juga: Mauricio Souza Sambut Antusias Pemain Persija Jakarta yang Dipanggil Timnas Indonesia
“Saya rasa Jack punya kemampuan menyerang lebih baik dalam lima ronde dibandingkan Islam,” katanya.
Tidak hanya mengandalkan serangan pukulan, Jack juga memiliki kemampuan grappling yang jarang terekspos publik.
Hal ini membuat Whittaker semakin yakin bahwa Jack bisa memberi perlawanan seimbang.
Baca Juga: Menpora RI: MotoGP Mandalika Resmi Dikelola Kemenpora dan Jadi Prioritas Nasional
“Orang-orang kurang memperhatikan permainan grappling Jack, termasuk jiu-jitsu-nya,” kata Whittaker.
Ia menambahkan bahwa kemampuan Jack dalam bertahan dari takedown bisa membuat Islam kesulitan untuk menjalankan strategi khasnya.
Whittaker bahkan menyebut Jack berada pada posisi yang lebih menguntungkan dibanding lawan-lawan Islam sebelumnya.
Baca Juga: Frans Putros Siap Bela Timnas Irak di Piala Raja Thailand 2025
Dengan kombinasi kekuatan tangan, ketahanan fisik selama lima ronde, serta intensitas pertarungan yang tinggi, JDM dinilai punya peluang besar menciptakan kejutan.
“Jack punya tangan yang lebih baik, terutama jika pertarungan berjalan penuh lima ronde. Intensitasnya juga sulit ditandingi,” tutup Whittaker.
Pertarungan di UFC 322 ini pun diprediksi akan menjadi duel yang penuh tensi, mempertemukan teknik dominasi takedown milik Islam dengan gaya menyerang agresif khas Jack Della Maddalena.