Menurutnya, lawan asal Rusia itu tampil seperti mesin yang terus bekerja tanpa henti.
Baca Juga: Lawan Kairat Almaty, Real Madrid Harus Tempuh 12.860 Kilometer
Meski demikian, ia menegaskan, sejarah di UFC telah menunjukkan bahwa tidak ada petarung yang benar-benar sempurna.
“Saya sering melihat pertarungannya, tapi saya belum menemukan duel yang benar-benar menguji dirinya."
"Ini akan menarik, karena pada akhirnya semua orang pernah mengalami kesulitan,” tambahnya.
Baca Juga: Luka Jovic Pergi, AC Milan Tanpa Pemain Nomor Punggung 9 untuk Pertama Kalinya dalam 100 Tahun
Sementara itu, Israel Adesanya sendiri tidak ragu memberikan pujian kepada Chimaev setelah kemenangannya atas Du Plessis.
Mantan juara kelas menengah itu menyebut Chimaev telah berkembang pesat, terutama dalam hal stamina.
Adesanya menilai kemampuan kardio Chimaev kini sudah cukup kuat untuk mendominasi pertarungan hingga lima ronde penuh.
Baca Juga: Kobbie Mainoo Dibidik Napoli dan Roma Tapi Ruben Amorim Enggan Melepasnya, Ini Alasannya
“Senang melihat Khamzat memperbaiki kardionya."
"Dia meningkatkannya sampai di level bisa membanting lawan selama lima ronde,” ujar Adesanya.
Adesanya juga mengaku sempat berpikir bahwa Du Plessis bisa membuat Chimaev kelelahan pada ronde keempat.
Baca Juga: Barcelona Catat 23,8 Juta Subscriber di YouTube Lewati FIFA dan NBA
Namun, yang terjadi justru sebaliknya.