Meski begitu, ia masih membawa modal tiga kemenangan beruntun sebelum absen, sehingga motivasinya untuk membuktikan diri tetap tinggi.
Selain laga kelas ringan, sorotan juga tertuju pada duel kelas welter yang mempertemukan mantan juara Belal Muhammad dengan Ian Machado Garry.
Baca Juga: Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares Hengkang, Pembayaran Gaji Jadi Biang Keroknya
Muhammad kembali naik ring setelah kehilangan gelarnya dari Jack Della Maddalena pada UFC 316.
Petarung berusia 37 tahun ini ingin menghapus noda dalam rekornya, yakni 11 kemenangan beruntun yang terhenti saat melawan JDM.
Target utamanya jelas: merebut kembali sabuk juara kelas welter.
Baca Juga: PSSI Belum Terima Jawaban AFC soal Protes Wasit Laga Timnas Indonesia Vs Arab Saudi
Namun, perjalanan Muhammad tidak akan mudah. Lawannya, Ian Machado Garry, datang dengan catatan impresif.
Petarung muda asal Irlandia yang dijuluki The Future itu baru saja meraih kemenangan atas Carlos Prates.
Dengan usia baru 27 tahun, Garry dinilai sebagai salah satu prospek paling berbahaya yang bisa menjadi ancaman serius bagi dominasi para senior di kelas welter.
Baca Juga: Bojan Hodak Beri Libur Pemainnya, Siapkan Pembenahan Tim Selama Jeda Internasional
Pertarungan di Qatar juga akan menjadi acara UFC keempat yang digelar di Timur Tengah sepanjang 2025, namun ini merupakan kali pertama negara tersebut menjadi tuan rumah.
Duel akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 23 November di Ali Bin Hamad Al-Attiyah Arena.
Dengan deretan bintang yang tampil, UFC Qatar diyakini akan menyajikan aksi panas yang tidak hanya berpengaruh pada perebutan sabuk juara, tetapi juga menambah warna baru dalam sejarah UFC di kawasan Timur Tengah.