Tak ketinggalan, Marciano sampaikan cabang olahraga bela diri yang belum dipertandingkan pada PON Bela Diri 2025 di Kudus, akan diselenggarakan di Sulawesi Utara.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyerahkan bendera PON Bela Diri kembali ke Ketum KONI Pusat. Nantinya bendera tersebut akan diserahkan ke Tuan Rumah PON Bela Diri berikutnya, yakni Sulawesi Utara.
Adapun pada PON Bela Diri Tahun 2025 Kudus ada 10 cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain, pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu.
Cabang olahraga bela diri memiliki posisi strategis dalam multievent olahraga yang diikuti Indonesia.
Baca Juga: Jay Idzes Pamerkan Slogan Bhinneka Tunggal Ika di Jersey Timnas Indonesia ke Media Italia
Cabang olahraga bela diri adalah kontributor pada multievent olahraga yang diikuti Indonesia.
Pada SEA Games 2021 di Vietnam menyumbang sekitar 74 medali atau 30,7% medali Indonesia. Kemudian SEA Games 2023 Kamboja meningkat menjadi 131 medali atau 47,46%, meski pada Asian Games 2022 Hangzhou meraih 9 medali atau 25% medali kontingen.
Sebelumnya, Ketua Panitia PON Bela Diri Kudus 2025 Mayjen TNI Purn Suwarno mengapresiasi kontingen yang mampu mempersiapkan diri, dengan waktu yang relatif singkat. Terdapat 2359 atlet yang bertanding dengan semangat.
Baca Juga: Terima Kasih Pejuang Bela Diri Kaltim!
Mewakili Djarum Foundation, Deputy Director Ryan Ghozali mengapresiasi penyelenggaraan PON Bela Diri Tahun 2025 di Kudus. “Kalau memang jodoh, kita bisa bertemu kembali 2 tahun lagi di sini,” katanya.
Tak ketinggalan, ia tegaskan bahwa Bakti Olahraga Djarum Foundation bertujuan agar Indonesia digdaya dalam olahraga.