Ia menilai Topuria memiliki keterampilan sebanding, sehingga duel tersebut bakal menjadi salah satu pertarungan paling kompetitif di UFC.
Baca Juga: Kondisi Persib Makin Prima, Thom Haye Pastikan Siap Berlaga Lawan Dewa United
Meski begitu, O’Malley menambahkan bahwa Topuria masih membutuhkan satu kemenangan lagi untuk membuktikan dirinya layak menantang Makhachev.
Ia menyebut pertemuan keduanya bisa menjadi salah satu laga terbesar dan paling teknis dalam sejarah MMA modern.
Dari sisi teknis, keduanya sama-sama dianggap sebagai petarung komplet.
Baca Juga: FIFA Siapkan Sanksi Tambahan untuk FAM dalam Kasus Naturalisasi
Islam unggul dalam grappling, sementara Topuria memiliki keahlian striking yang solid.
Namun, terdapat perbedaan mencolok dari segi postur tubuh. O’Malley menilai hal itu justru menjadi daya tarik tersendiri.
Menurutnya, Topuria yang memiliki tinggi sekitar 160 cm akan terlihat jauh lebih kecil saat berhadapan dengan Islam yang mencapai 180 cm.
Baca Juga: FAM Lawan Putusan FIFA, Bawa Kasus Naturalisasi ke Pengadilan Olahraga
Perbedaan fisik tersebut memunculkan rasa penasaran mengenai bagaimana teknik tinju Topuria akan menghadapi dominasi gulat Islam.
Meskipun begitu, O’Malley menegaskan bahwa kedua petarung ini sama-sama memiliki kemampuan komplet dengan nilai 10/10 di dunia MMA.
Keduanya dinilai sebagai atlet yang mampu menguasai berbagai aspek pertarungan, mulai dari striking hingga jiu-jitsu.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Terima Undangan Donald Trump Usai Portugal Lolos ke Piala Dunia 2026
Di sisi lain, wacana pertarungan Islam vs Topuria disebut-sebut bisa digelar di ajang UFC White House pada Juni 2026.