Perubahan drastis ini membuat suasana yang sebelumnya akrab menjadi memanas.
Baca Juga: Kalahkan Bhayangkara FC, PSIM Yogya Pertahankan Tren Positif di Pekan ke-13 Super League 2025/26
Menurut Garry, ia awalnya hanya berniat memberikan selamat kepada Tsarukyan dan menjalin percakapan singkat dengan Chimaev.
Garry menjelaskan bahwa Chimaev sempat menjawab pertanyaannya dengan nada santai mengenai kapan ia akan kembali bertarung.
Namun, seketika energi berbeda muncul ketika petugas keamanan berdiri di antara mereka.
Baca Juga: Persebaya Akhiri Kerja Sama dengan Eduardo Perez Usai Ditahan Imbang Arema FC
Garry menuturkan bahwa Chimaev tiba-tiba menunjukkan sikap agresif dan mencoba mendorongnya.
Ia menilai tindakan tersebut sebagai sikap kekanak-kanakan yang tidak perlu.
Menurut Garry, perilaku Chimaev justru mengganggu momen kemenangan Tsarukyan.
Baca Juga: Hasil Super League: Persita Tahan Malut United, VAR Batalkan Gol Indah Hokky Caraka
Ia menyebut Chimaev tidak mampu mengendalikan ego dan malah berupaya mencuri perhatian pada saat yang tidak tepat.
Garry menilai tindakan tersebut sebagai bentuk energi ego yang berlebihan dan menegaskan bahwa seorang petarung sekelas Chimaev tidak perlu menunjukkan amarah ataupun membuktikan ketangguhan dengan cara seperti itu.
Lebih lanjut, Garry mengaku tidak gentar dan menyebut suatu hari dirinya akan mampu mengalahkan Chimaev.
Baca Juga: Arsenal vs Tottenham Hotspur: Derby North London yang Dimulai Sejak Tahun 1921
Ia menekankan pentingnya sikap dewasa dan menghargai kemenangan rekan sendiri dibanding memicu keributan yang tidak diperlukan.