SportlinkNews - Petarung UFC, Charles Oliveira, memberikan peringatan khusus kepada Justin Gaethje menjelang duel perebutan sabuk interim kelas ringan melawan Paddy Pimblett pada ajang UFC 324.
Oliveira menilai Gaethje memiliki kualitas serangan atas yang luar biasa, namun kelemahannya di pertarungan bawah bisa menjadi celah yang dieksploitasi lawan.
Pertarungan Gaethje vs Pimblett berlangsung kurang dari satu tahun setelah kemenangan Ilia Topuria yang merebut gelar juara kelas ringan.
Baca Juga: Menpora Erick Thohir Meminta Cabang Olahraga untuk Menyerahkan Road Maps Multievent
UFC akhirnya memutuskan membuat laga perebutan gelar interim karena Topuria harus rehat sementara dari kompetisi untuk menyelesaikan urusan pribadi.
Absennya sang juara membuka jalan bagi dua kandidat kuat, Gaethje dan Pimblett, untuk saling berhadapan di awal 2025.
Menjelang pertarungan tersebut, Oliveira, yang pernah mengalahkan Gaethje, menyampaikan analisisnya terkait kekuatan dan kelemahan kedua petarung.
Baca Juga: Marc Marquez Ungkap Peran Besar Gigi Dall’Igna di Balik Kebangkitannya bersama Ducati
Ia menilai Pimblett memiliki kemampuan striking yang baik, tetapi juga dikenal piawai membawa pertarungan ke ground.
Hal itu berbanding terbalik dengan Gaethje yang memiliki reputasi sebagai salah satu striker paling eksplosif di UFC, namun beberapa kali kesulitan ketika duel berlanjut ke bawah.
“Dia (Pimblett) memiliki pukulan yang bagus saat berdiri, bisa membawa pertarungan ke ground, dan selalu bergerak,” ujar Oliveira.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Timnas Indonesia Desember 2025: SEA Games, AFF Futsal, hingga Esports
“Di sisi lain, kita tahu bahwa Justin Gaethje adalah petarung yang sangat tangguh dengan pukulan yang luar biasa, tapi dia memiliki beberapa kelemahan di ground.”
“Saya pikir Pimblett tidak akan mau bertukar pukulan dengannya, dia kemungkinan akan mencoba membawa pertarungan ke ground.”