Keajaiban Non Unggulan di All England: Dari Debutan hingga Juara

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 11 Maret 2025 | 09:34 WIB
Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani bersama pelatih baru, Hendra Setiawan. Sabar/Reza jadi salah satu yang diprediksi beri kejutan di All England 2025.
Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani bersama pelatih baru, Hendra Setiawan. Sabar/Reza jadi salah satu yang diprediksi beri kejutan di All England 2025.

SportlinkNews - Turnamen bulu tangkis tertua dan paling prestisius, All England 2025, akan kembali digelar mulai hari ini, 11 Maret 2025.

Sebagai turnamen paling prestisius, parapemain unggulan kerap kali mendominasi jajaran juara di BWF World Tour 1000 ini. 

Namun, sejarah mencatat bahwa beberapa pemain non-unggulan justru mampu menciptakan kejutan besar dengan menjuarai turnamen ini.

Meski datang tanpa status unggulan, mereka membuktikan bahwa kerja keras, strategi matang, dan mentalitas juara dapat mengalahkan prediksi di atas kertas.

Baca Juga: Liverpool Bersatu Lagi dengan Adidas, tapi Masih Gandeng Nike untuk Tur Pramusim

Dalam beberapa tahun terakhir, All England menjadi saksi lahirnya juara-juara tak terduga. Bahkan beberapa berhasil meraih gelar dalam penampilan debutnya di turnamen ini.

Berikut adalah daftar pemain yang berhasil naik podium tertinggi meski tidak masuk dalam daftar unggulan:

2024 - Jonatan Christie (Peringkat 9)

Pemain tunggal putra Indonesia ini tampil luar biasa di All England 2024. 

Meski tidak diunggulkan, Jonatan berhasil menaklukkan lawan-lawan berat dan meraih gelar bergengsi pertama di turnamen ini.

Baca Juga: Apple Rancang Lencana Lengan Khusus untuk Rayakan 30 Tahun MLS

2023 - Li Shi Feng (Debutan, Peringkat 14)

Pemain muda China ini membuat kejutan besar dengan menjuarai All England di debutnya. 

Dengan permainan yang agresif dan tak kenal takut, Li Shi Feng membuktikan bahwa ranking bukanlah segalanya.

2022 - Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri (Debutan, Peringkat 28)

Ganda putra Indonesia ini menorehkan sejarah saat mengalahkan pasangan-pasangan unggulan dan menjadi juara. 

Meskipun tampil sebagai debutan dengan ranking 28 dunia, Bagas/Fikri menunjukkan performa luar biasa di sepanjang turnamen.

Baca Juga: Lazio Berbagi Skor dengan Udinese, Gagal Menyalip Juventus

2018 - Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Peringkat 29)

Pasangan ganda campuran asal Jepang ini juga datang tanpa status unggulan, tetapi justru berhasil mengalahkan lawan-lawan kuat dan mengamankan gelar juara. 

Di final, mereka mengalahkan unggulan pertama Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

2016 - Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Peringkat 13)

Pasangan ganda putra Rusia ini memberikan kejutan besar dengan memenangkan All England 2016. 

Baca Juga: 3 Pemain Naturalisasi Resmi WNI, Timnas Indonesia Makin Kuat di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: bwfbadminton.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X