SportlinkNews - PBSI menarik keikutsertaan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti di turnamen Swiss Open 2025.
Dua hasil yang kurang baik di dua turnamen, Orleans Masters dan All England 2025 yang jadi bahan pertimbangan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Pelatih Ganda Putri, Nitya Krishinda Maheswari, Senin, 17 Maret 2025, waktu setempat.
Kedua pemain saat ini sebenarnya telah berada di Swiss, tetapi setelah Manager Meeting keputusan itu pun diambil.
Baca Juga: Women's International Day 2025: Perjuangan Atlet Putri dalam Menembus Budaya Patriarki di Dunia Olahraga
"Untuk Swiss Open, penarikan Apriyani/Fadia karena hasil dan performa di dua pertandingan terakhir kurang begitu baik. Kami akhirnya memutuskan untuk mempersiapkan Apriyani (khususnya) lebih lagi di turnamen ke depan," ucapnya dikutip dari PBSI.
Pada Orleans Masters yang merupakan BWF World Tour 300, pencapaian terbaik Apriyani/Fadia adalah perempat final.
Mereka kandas di tangan ganda Korea Baek Ha Na/Lee So Hee dengan skor 18-21, 10-21.
Sementara di All England, BWF World Tour 1000, Apriyani/Fadia takluk di babak kedua oleh ganda Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan 16-21, 14-21. Dari hasil dua kejuaraan itu ternyata permainan Apriyani dinilai belum maksimal.
Baca Juga: Performa Berbeda Marc Marquez dan Bagnaia, Ducati Akui Ada Masalah Teknis
"Dari segi permainan, Apriyani di saat bertanding belum bisa mengeluarkan kemampuannya secara maksimal," tukas Nitya menegaskan.
Seperti yang sempat dikatakan Nitya sebelumnya saat akan menuju tur Eropa, hasil dari tur Eropa ini yang kemudian akan menentukan komposisi terbaik di ganda putri seperti apa.
Ini mengingat, semenjak Apriyani absen karena pemulihan cedera. Fadia mulai bermain rangkap.
Di putri, dia berduet dengan Lanny Tria Mayasari sejak akhirnya tahun lalu dan sejauh ini hasilnya cukup mumpuni, yakni juara di Thailand Masters 2025 (Super 300) dan tembus perempat final India Open 2025 (Super 750).
Baca Juga: PSSI Gandeng Indomaret Hadirkan Cheers Jersey, Alternatif Murah & Resmi
Begitu juga di ganda campuran, bersama Dejan Ferdiansyah yang dipasangkan dari awal tahun, mereka sudah bisa menembus final Thailand Masters 2025, Februari lalu.
"Kita akan lihat hasilnya dulu di Tur Eropa ini, apakah Lanny tetap di parkir atau Apriyani lanjut dengan Fadia," tukasnya Nitya saat itu.
"Lanny juga memiliki potensi yang sangat besar, sehingga tidak menutup kemungkinan bila Lanny-Fadia dipecah adalah bagian bagaiman kami meracik lagi guna mendapatkan pasangan terbaik," lanjutnya lagi.
Artikel Terkait
Bulutangkis Indonesia Raih Gelar Perdana di Tahun Ini, Lanny/Fadia Juara di Thailand Masters 2025
Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Naik 87 Peringkat di Ranking BWF, Masih Sulit Tembus Turnamen Eropa
Tur Eropa Jadi Penentu Masa Depan Apriyani, Fadia, dan Lanny di Ganda Putri
Apriyani Rahayu Comeback, Siap Berjuang dari 'Nol' Lagi
Hasil All England Open 2025: Apri/Fadia Mengaku Tegang