SportlinkNews - Nasib Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Lanny Tria Mayasari akan ditentukan setelah tiga turnamen di Tur Eropa, Maret mendatang.
Hasil dari Tur Eropa akan jadi bahan evaluasi pelatih untuk menentukan komposisi ganda putri terbaik Pelatnas PBSI.
Di Orleans Masters 2025 (4-9 Maret), All England 2025 (11-16 Maret), dan Swiss Open 2025 (18-23 Maret) nanti, Apriyani kembali bermain bersama Fadia.
Ini penampilan perdananya setelah "comeback" paska cedera selepas tampil di Olimpiade Paris 2024.
Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ada Muka Baru Dipanggil
Sementara menunggu hasil performa Apriyani/Fadia di ketiga turnamen, Lanny kemungkinan akan di parkir terlebih dahulu di pelatnas.
"Kita lihat hasilnya dulu di Tur Eropa ini. Apakah Lanny tetap di parkir atau lanjut dengan Fadia," ucap Asisten Pelatih Ganda Putri Pelatnas PBSI, Nitya Krishinda, Rabu, 19 Februari 2025.
Dia mengaku masih ingin melihat performa Apriyani terlebih dahulu di tiga turnamen itu, sebelum akhirnya memutuskan bersama pelatih.
Apakah Fadia tetap berpasangan dengan Apriyani atau Fadia akan bersama dengan Lanny seperti saat ini.
Baca Juga: FIBA Asia Cup 2025 Qualifier: Sudah Tak Menentukan, Indonesia Tetap Incar Kemenangan Lawan Korea
"Lanny memiliki potensi yang sangat besar. Jadi tidak menutup kemungkinan bila Lanny/Fadia dipecah ini adalah bagian dari bagaimana kami ingin meracik lagi guna mencari pasangan terbaik," tuturnya.
Seperti diketahui setelah 'ditinggal' Apriyani, Fadia sejak akhir tahun lalu dipasangankan dengan Lanny. Sejauh ini hasil prestasi yang dicatatkan mereka cukup bagus.
Prestasi tertinggi dalam satu bulan penampilan mereka adalah juara di Thailand Masters 2025, yakni turnamen BWF World Tour 300.
Baca Juga: Mimpi Indonesia ke FIBA Asia Cup 2025 Kandas Usai Dibekuk Australia
Di level yang lebih tinggi, mereka sempat menjadi perempat finalis di India Open 2025 yang merupakan BWF World Tour 750.
Lalu apa pertimbangan pihaknya kembali mengawinkan Apriyani dengan Fadia, Nitya mengaku ada banyak.
Tapi yang utama menurutnya adalah komitmen dari Apriyani sendiri untuk bisa "comeback" lagi.
"Tidak mudah, karena mereka mulai lagi dari bawah. Tapi pertama, saya ingin melihat komitmennya seperti apa dulu dia (Apriyani) untuk kembali lagi bertanding, baru setelah itu, kita lihat dari hasilnya," imbuhnya.
Baca Juga: Mohamed Salah Layak Raih Ballon d'Or 2025, Hanya Messi yang Selevel
Pencapaian terbaik pasangan Apriyani/Fadia terakhir adalah menduduki peringkat 9 dunia, sebelum akhirnya paska Olimpiade Paris, Agustus 2024, Apriyani memutuskan hiastus untuk pemulihan cederanya.
Kini peringkat mereka sudah merosot jauh ke posisi 30 dunia, sehingga mereka harus berjuang keras lagi untuk naik peringkat.
Karena di tahun depan PBSI tidak akan lagi melakukan bongkar pasang, di 2026 semua pasangan ganda sudah akan memiliki pasangan tetap.
Artikel Terkait
Indonesia Open 2024: Langkah Apriyani/Fadia Terhenti di Babak 16 Besar
Olimpiade Paris 2024: Kalah dari Pasangan Jepang di Laga Pertama, Apriyani/Fadia
Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Naik 87 Peringkat di Ranking BWF, Masih Sulit Tembus Turnamen Eropa
Siti Fadia Siap Jadi Andalan Indonesia di Badminton Asia Mixed Team Championship 2025
Terinspirasi Perjuangan Dejan/Fadia, Alwi Farhan Sukses Buka Poin untuk Indonesia di Semifinal Badminton Asia Mixed Team Championship 2025