SportlinkNews - Kanada kembali memberikan kejutan kecil di Piala Sudirman 2025.
Setelah di laga pertama Grup B sukses mencuri satu poin dari Taiwan, di laga kedua lagi-lagi mereka kembali curi poin, kali ini korbannya adalah Korea Selatan.
Kanada memberikan "shock therapy" Korea dengan mengambil poin pertama.
Tunggal putra Kanada yang baru saja menjuarai Pan Am, Victor Lai, menundukkan tunggal utama Korea, Jeon Hyeok Jin dalam dua gim langsung 21-10, 23-21.
Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah FIBA 3x3 Challenger dan FIBA 3x3 Women's Series 2025-2028
Hasil ini tentu kejutan, apalagi bagi pemain yang baru pertama kali tampil di event sebesar Piala Sudirman. Lai menunjukkan ketenangan yang luar biasa saat menghadapi pemain veteran Korea tersebut.
"Ini adalah Piala Sudirman pertama saya," kata Lai.
"Saya selalu ingin mewakili Kanada di panggung tertinggi dan saya sangat senang bisa mengambil kesempatan dan bermain dengan baik serta meraih kemenangan atas Korea," ungkapnya.
Baca Juga: Perluasan Kewenangan Asprov Dibahas di Kongres Tahunan PSSI, Isu Perpanjangan Periode PSSI Masih Tanda Tanya
Penampilan Lai bukan suatu keberuntungan, tetapi dia menghitung benar kondisi shuttlecock dan lapangan.
"Shuttlecock hari ini lambat, jadi pukulan-pukulan ke belakang harus bagus. Selain itu, ada beberapa pukulan tertentu yang ia kuasai, jadi saya harus bersiap dan saya melakukan banyak analisis pertandingan untuk mempelajari kekuatan serta kelemahan lawan," tukasnya.
Kemenangan di Pan Am, menurutnya, memberikan kepercayaan diri yang tinggi. Membantunya bermain dengan nyaman dengan gaya permainannya sendiri.
"Saya sangat senang bisa menunjukkan peningkatan. Saya sangat gugup pada awalnya, tetapi saya memenangkan beberapa poin pertama dan itu menghilangkan rasa gugup itu," imbuh Lai.
Baca Juga: PUMA Luncurkan Sepatu Ultra Racetracks Edisi Miami, Penuh Warna dan Kecepatan
"Saya berlatih dengan Brian Yang, yang telah berkali-kali mengikuti Piala Sudirman, dan ia memberi saya beberapa tips tentang bagaimana menghadapi pemain yang memiliki peringkat yang lebih tinggi dan tidak merasa gugup karena saya adalah pemain yang tidak diunggulkan," tambahnya.
Sehingga, Lai menilai dirinya harus bermain sebaik mungkin dan menunjukkan bahwa saya layak berada di antara pemain-pemain papan atas.
Performa bagus juga ditunjukkan ganda putra Kanada, Ty Alexander Lindeman/Kevin Lee.
Walaupun pada akhirnya kalah, tetapi mereka mampu memaksakan rubber game salah satu ganda yang memiliki rekor tak terkalahkan saat ini, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Baca Juga: Masuk Akhir Musim Liga 1 2025 yang Krusial, LIB Minta PSSI Tugaskan Wasit Tegas
"Ini menunjukkan bahwa level kami setara, kami bisa menantang tim-tim papan atas. Kami bisa saja menang tapi tidak apa-apa," kata Lindeman.
"Korea adalah salah satu tim yang diunggulkan untuk meraih gelar juara. Bila kami memenangkan tunggal putra, dan tunggal putri serta ganda putra tentu akan membanggakan, tapi sayangnya kami tidak menang."
"Namun berpikir bahwa tim kami menjadi sekuat ini dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan semua kerja keras yang dilakukan oleh semua orang di negara kami. Dan saya bangga akan hal itu," ujar Linderman lagi.
Artikel Terkait
Piala Sudirman 2025: Rian Sempat Kaget Ganda Putra Main Pertama, Tidak Biasanya...
Piala Sudirman 2025: Dua Debutan Indonesia Sukses Jalani Laga Pertama
Piala Sudirman 2025: Meski Beri Kemenangan, Rinov/Pitha Masih Belum Bisa Keluar dari Tekanan
Piala Sudirman 2025: Hadapi India, Kekuatan Ganda Jadi Andalan Indonesia
Piala Sudirman 2025: Head to Head Berimbang, Indonesia Wajib Turunkan Pemain Terbaik