“Mereka harus menyusun ulang strategi dan mencari tahu cara mempertahankan level permainan mereka,” lanjutnya.
Baca Juga: Sandy Walsh Resmi Absen Bela Timnas Indonesia, Jordi Amat Kembali Latihan
“Dulu mereka tajam dan berbahaya. Kini mereka terlihat seperti kehilangan arah.”
Penurunan performa Goh/Izzuddin memang menjadi sorotan sejak mereka meraih gelar terakhir di India Open pada Januari 2025.
Setelah itu, keduanya belum lagi menembus babak semifinal turnamen besar.
Baca Juga: Krisis Bek Kanan, Timnas Indonesia Bisa Andalkan Asnawi Mangkualam Lawan China dan Jepang
Penurunan fisik pun dinilai turut memengaruhi gaya bermain agresif yang menjadi ciri khas mereka.
“Mereka adalah pasangan penyerang, dan itu butuh kekuatan, daya tahan, serta konsistensi,” ujar Razif.
“Saya tidak melihat itu sekarang. Mereka jelas mengalami penurunan fisik."
Baca Juga: Liga Primer Kirim Pelatih untuk Pengembangan Sepak Bola Akar Rumput di Singapura
"Tekanan mungkin berperan, tetapi mereka juga harus siap secara fisik untuk bersaing di level tertinggi.”
Kekalahan dari wakil India juga memastikan Goh/Izzuddin akan kehilangan status mereka sebagai pasangan nomor satu dunia.
Hal ini terjadi setelah Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen memastikan tempat di semifinal Singapore Open 2025.
Kini, harapan publik Malaysia tertuju pada kebangkitan Goh/Izzuddin agar tetap bisa bersaing di papan atas bulu tangkis dunia.
Artikel Terkait
10 Fakta Menarik yang Perlu Diketahui Tentang Jeremie Frimpong
Liverpool Peringati Tragedi Mengerikan di Stadion Heysel 40 Tahun Silam
Final Liga Champions: Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi Siapkan Strategi Meredam Pemain PSG
Final Liga Champions: Lautaro Martinez akan Membawa Trofi Kembali ke Italia
Jelang Final Liga Champions, Luis Enrique: Kami Memiliki Skuad yang Luar Biasa