Jadi Tumpuan Tunggal Putri di Indonesia Open 2025, Putri Tak Terbebani

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 2 Juni 2025 | 23:48 WIB
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani sukses memutus keunggulan Thailand di perempat final Piala Sudirman 2025. Kemenangannya atas Pornpawee membuat Indonesia menyamakan kedudukan 1-1.
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani sukses memutus keunggulan Thailand di perempat final Piala Sudirman 2025. Kemenangannya atas Pornpawee membuat Indonesia menyamakan kedudukan 1-1.

SportlinkNews - Cedera yang menimpa Gregoria Mariska Tunjung dan Esther Nurumi Tri Wardoyo membuat Putri Kusuma Wardani menjadi tumpuan utama sektor tunggal putri Indonesia di Indonesia Open 2025.

Namun, Putri mengaku tidak merasa terbebani, justru memilih untuk lebih fokus kepada dirinya sendiri.

"Jujur aku sih nggak terlalu mikirin orang lain. Memang sayang karena mereka cedera, jadi kayak nggak ada temen latihan atau pertandingan, tapi saya lebih memilih fokus sama diri sendiri," ujar Putri sebelum latihan resmi di venue pertandingan, Istora Senayan, Jakarta, Senin, 2 Juni 2025.

Turnamen BWF World Tour 1000 ini sendiri akan berlangsung pada 3-8 Juni mendatang.

Baca Juga: Erick Thohir: Tak Boleh Ada Rasisme saat Indonesia vs Cina di Kualifikasi Piala Dunia 202

Putri sadar bahwa cedera adalah risiko yang tidak diinginkan siapa pun, dan mau tidak mau, dirinya pun dituntut untuk bisa naik kelas menjadi tumpuan.

Meski begitu, Putri menilai bahwa tidak semudah itu mengambil posisi tunggal pertama dari tangan Gregoria Mariska. 

"Enggak kepikiran sih, karena Kak Grego itu tidak mudah juga untuk dilewatin. Tapi, saya pengin orang-orang tahu, bukan cuma kak Grego yang bisa, aku pun bisa naik suatu saat nanti," katanya.

Sama dengan turnamen-turnamen lainnya, Putri menilai bahwa tantangan terbesar dirinya itu bukan datang dari lawan, tetapi justru dirinya sendiri. 

Baca Juga: Khamzat Chimaev Selangkah Lagi Menuju Gelar UFC, tapi Masih Dihadang 1 Masalah Besar

"Karena saya masih belum bisa konsisten permainannya. Belum bisa dari poin 0 sampai 21 permainannya stabil terus," ucapnya.  

"Kadang saya bisa blank di tengah-tengah, dan malah buang poin terlalu banyak. Itu yang masih jadi pekerjaan rumah buat saya," ungkap Putri lagi jujur. 

Menurutnya tidak ada lawan yang sulit, semua bisa dikalahkan satu per satu. Namun, menurutnya, itu tidak bisa secara instan. 

Menjaga mood pun dinilainya menjadi kunci performanya ditengah padatnya jadwal dan tekanan mental bertanding.

Baca Juga: Jelang Lawan Cina, Erick Thohir Yakin Kedalaman Skuat Timnas Indonesia Makin Solid

"Kalau habis main hari ini, aku biasanya langsung lupain dulu. Baru malamnya mulai pikirin pertandingan besok, nonton video lawan, supaya nggak capek banget mikir terus," ucap Putri. 

Pada babak pertama Indonesia Open kali ini, Putri akan menghadapi pemain India, Malvika Bansod.

Sudah lama keduanya tidak bertemu di lapangan, terakhir pertemuan mereka terjadi saat Putri masih junior di ajang Asia Junior Championship (AJC) 2019.

"Bansot itu pemain ulet, jadi saya harus lihat lagi videonya, lihat kekurangan dan kelebihannya. Saya harus bermain lebih sabar, jangan emosional, itu kuncinya," kata Putri.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X