Karena itu, ia mencoba tampil lebih sabar saat menghadapi Tanaka, yang dikenal sebagai pemain dengan gaya permainan bertahan yang ulet.
Baca Juga: Donald Trump Tak Berkutik dengan FIFA, Larangan Masuk ke AS Tak Berlaku untuk Atlet
“Saya belajar dari pertandingan kemarin."
"Kadang saya terlalu cepat mengambil keputusan, dan itu membuat stamina saya terkuras,” ujar Shi Yu Qi seperti dikutip dari Aiyuke.
“Saat melawan pemain Jepang yang sangat sabar, saya pun harus bermain dengan kesabaran yang sama."
Baca Juga: Pemain Termahal Man-City Dijual Murah, Siapa yang Mau?
"Saya berusaha menghindari serangan sembarangan dan tidak menurunkan bola di sisi tengah secara asal.”
Atmosfer Istora Senayan juga memberi pengalaman berkesan bagi Shi Yu Qi.
Ia mengaku terkesan dengan sambutan dan dukungan para penonton Indonesia, yang tak segan meneriakkan namanya saat bertanding.
Baca Juga: Debut Ancelotti Bersama Brasil Ditahan Ekuador
“Atmosfer di Istora luar biasa. Banyak sekali pendukung, baik dari Indonesia maupun luar negeri, yang meneriakkan nama saya,” katanya.
“Saya harap mereka terus menyemangati saya hingga akhir turnamen.”
Pada laga perempat final yang akan digelar Jumat (6/6/2025) malam, Shi akan menghadapi rekan senegaranya, Wang Zheng Xing, dalam partai derbi China.
Jika menang, Shi akan berhadapan dengan pemenang antara Anders Antonsen dan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong di semifinal.
Dengan performa yang semakin matang dan semangat dari publik Istora, Shi Yu Qi menatap peluang besar untuk mempertahankan gelar Indonesia Open tahun ini.
Artikel Terkait
Media China Sebut Memalukan Kekalahan dari Timnas Indonesia
Yamal Bersinar dalam Pesta 9 Gol, Spanyol Tekuk Prancis di Semifinal Nations League
Tifo Raksasa Kreativitas Suporter Timnas Indonesia Runtuhkan Tembok China
Pacar Jude Bellingham Buka Suara Sejak Bokong Pacar Bintang Inggris Itu Dicubit
KONI Pusat Lindungi Atlet dengan Vaksinasi Hepatitis A