Ia yang kala itu duduk di peringkat dua dunia, mendapat sanksi larangan bertanding dan harus absen di Olimpiade Rio.
Baca Juga: Cuci Gudang Jelang Liga 1 2025-2026, Malut United Resmi Coret 22 Pemain
Ia mengaku sempat berniat meninggalkan bulu tangkis selamanya karena menyesali tindakan bodohnya.
Namun, Momota bangkit dan tampil gemilang setelah masa hukuman berakhir.
Tahun 2018 dan 2019 menjadi puncak prestasinya, ketika ia meraih gelar juara dunia serta memborong 11 gelar dalam satu musim kompetisi BWF—rekor yang dicatat dalam buku dunia.
Baca Juga: Piala Dunia Antarklub: Luis Suarez akan Hadapi Mantan Pelatihnya di Laga Inter Miami vs PSG
Sayangnya, kejayaan itu tak berlangsung lama.
Pada Januari 2020, setelah menjuarai Malaysia Masters, ia mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan retak di tulang sekitar mata kanan.
Kondisinya membuat pandangan Momota terganggu—ia melihat shuttlecock menjadi ganda—dan berdampak besar terhadap performanya.
Baca Juga: Piala Dunia Antarklub: Luis Suarez akan Hadapi Mantan Pelatihnya di Laga Inter Miami vs PSG
Meskipun Olimpiade Tokyo sempat ditunda akibat pandemi, peluang emas di kandang sendiri tetap sirna.
Di babak grup, ia kalah dari pemain Korea Selatan, Heo Kwang-hee, dan gagal melaju ke babak berikutnya.
Ia mengaku tubuhnya tak bisa lagi mengikuti kemauan pikirannya.
Baca Juga: Pelatih Enzo Maresca Akui Chelsea Sempat Kesulitan Lawan Benfica Setelah Jeda Dua Jam
Kini, setelah pensiun, Momota mengaku lebih damai.
Artikel Terkait
Paparazzi Pergoki Lamine Yamal Habiskan Rp 84 Juta Sehari Menyewa Kapal Pesiar untuk Bersenang-senang dengan 8 Wanita Misterius
Peminat Jay Idzes Tambah Lagi, Begini Peluangnya di Torino
Mat Sanusi dan Zuwanda Berebut 69 Suara Pada Musorprovlub KONI Jambi
Legenda Jerman Sebut Real Madrid Hadapi Masalah Besar dengan Xabi Alonso
Pemain Pengganti Paulinho Bawa Palmeiras ke Perempat Final Piala Dunia Antarklub FIFA 2025