Kasus Chiara Marvella Handoyo menjadi contoh nyata, menurutnya. Runner-up Kejuaraan Dunia Junior 2023 itu kini lebih sering tampil di level sirkuit nasional ketimbang menembus turnamen internasional.
"Sayang sekali. Padahal, lawannya dulu, Pitchamon dari Thailand sudah final Super 300 dan bersaing dengan pemain top dunia," tukas Daryadi.
Persaingan Rapat
Munculnya kekuatan baru tersebut yang membuat Kejuaraan Asia Junior 2025 diprediksi berlangsung sengit dengan komposisi unggulan yang jauh lebih seimbang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bayern Amankan Tiket Perempat Final, El Clasico Eropa Lawan PSG Menanti
"PBSI harus sadar, regenerasi ini bukan instan. Sekarang kita panen hasil dari bibit yang sudah ditanam dulu, tetapi kalau terus begitu, dan kita lupa menanam sekarang, 2-3 tahun lagi bisa krisis prestasi," tegas Daryadi lagi.
Kejuaraan Asia Junior nanti dinilainya bisa menjadi alarm bagi Indonesia khususnya. Mampukah Indonesia menjaga posisinya dan tidak tertinggal dari negara-negara yang kini agresif membangun kekuatan mudanya.
Artikel Terkait
Tim Bulu Tangkis Indonesia Berangkat ke China untuk Tampil di Kejuaraan Asia 2025
Indonesia Akhirnya Raih Emas di Kejuaraan Asia Angkat Besi (AWC) 2025, Rahmat Erwin Abdullah Dominasi 73kg
Top Markotop! Pecahkan Rekor, Rahmat Borong Tiga Emas Kejuaraan Asia
Indonesia Bidik Target Lebih Tinggi di Kejuaraan Asia Junior 2025
Menpora Apresiasi Perkembangan Atlet Anggar Indonesia di Kejuaraan Asia 2025