Evaluasi Japan Open 2025: Sektor Tunggal Indonesia Masih Belum Stabil

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 20 Juli 2025 | 23:52 WIB
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani di Japan Open 2025 kemarin. (PBSI)
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani di Japan Open 2025 kemarin. (PBSI)

SportlinkNews - Japan Open 2025 yang diharapkan bisa menjadi titik balik prestasi bulutangkis Indonesia, ternyata masih belum membuahkan hasil. Dari sektor tunggal, baik putra maupun putri, performanya masih jauh dari harapan

Pencapaian terbaik hanya sampai babak perempat final, melalui Putri Kusuma Wardani di tunggal putri.

Sementara Gregoria Mariska Tunjung dan Anthony Sinisuka Ginting, dua andalan utama yang baru kembali dari cedera dan sakit, dinilai belum bisa tampil optimal.

Pelatih tunggal putri, Imam Tohari, menilai bahwa Gregoria masih dalam proses adaptasi setelah absen tiga bulan.

Baca Juga: Vanenburg: Saya Percaya Penilaian Pelatih Kiper Soal Ardiansyah

Meski telah kembali ke lapangan, Gregoria dinilai belum menemukan insting dan naluri bermain yang biasanya menjadi kekuatannya.

"Insting-insting permainannya belum kembali. Di level Super 750 dan 1000 seperti ini, daya tahan sangat penting karena banyak reli panjang. Jadi bukan hanya fisik, tapi fokus juga harus kuat, dan ini belum muncul sepenuhnya," ujar Imam.

Menurut Imam, aspek kelincahan dan pukulan-pukulan 'ajaib' khas Gregoria masih belum terlihat. Hal ini menjadi pekerjaan rumah besar menjelang Kejuaraan Dunia 2025 yang tinggal beberapa pekan lagi.

Berbeda dengan Gregoria, Putri Kusuma Wardani justru menunjukkan tren positif. Imam mengapresiasi perkembangan yang ditunjukkan oleh Putri dari segi kesabaran, pola main, dan kemampuan mempertahankan kualitas pukulan. 

Baca Juga: Dewa United Banten Ciptakan Sejarah Baru, Perdana Juara IBL 2025

Namun, ia juga menggarisbawahi masih adanya keputusan-keputusan kurang tepat di momen krusial. Putri dinilainya butuh menampilkan konsistensi permainan. 

"Insting dan daya tahan Putri juga bertambah, tapi dia masih sering membuat keputusan yang kurang tepat, hingga sering mati sendiri. Seperti saat lawan Wang Zhi Yi, gim kedua dan ketiga jadi titik balik karena hal-hal kecil itu," jelas Imam.

Evaluasi ini dianggap penting sebagai fondasi menuju turnamen lebih besar, dan diharapkan Putri bisa lebih konsisten di turnamen mendatang.

Sementara itu, dari sektor putra, Anthony Sinisuka Ginting melakukan comeback setelah absen selama enam bulan akibat cedera bahu.

Baca Juga: Manchester City Luncurkan Jersey Tandang 2025-2026 Bernuansa Hitam dan Perak

Pelatih kepala tunggal putra, Indra Wijaya, mengaku cukup puas dengan penampilan Ginting di Japan Open, meski belum mencapai level ideal.

"Saya sangat mengapresiasi permainan Anthony. Proses dari penyembuhan, penguatan, kembali latihan, hingga akhirnya tampil di turnamen, itu tidak mudah," kata Indra.

Ia berharap Ginting bisa menunjukkan progres lebih lanjut di China Open 2025, yang akan digelar pada 22–27 Juli mendatang.

Sementara itu, Alwi Farhan, tunggal muda berusia 20 tahun, juga menjadi perhatian.

Baca Juga: Persebaya Resmi Kenalkan Tim Baru untuk Mengarungi Super League Musim 2025/26

Indra menilai kemampuan teknis Alwi sudah menjanjikan, namun dari sisi non-teknis seperti pengendalian emosi dan respon terhadap tekanan, masih perlu banyak perbaikan.

"Alwi punya potensi besar, tapi pengelolaan situasi sulit di lapangan jadi catatan. Bisa dibilang, secara mental masih belum matang," ucap Indra.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X