Pelan Tapi Pasti, Gregoria Mulai Tunjukkan Performa Membaik

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 22 Juli 2025 | 22:24 WIB
Performa tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung perlahan mulai meningkat paska sakit. Ia lewati hadangan pertama di China Open 2025. (PBSI)
Performa tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung perlahan mulai meningkat paska sakit. Ia lewati hadangan pertama di China Open 2025. (PBSI)

SportlinkNews - Perlahan performa Gregoria Mariska Tunjung mulai membaik. Meski belum sepenuhnya stabil, tunggal putri andalan Indonesia itu sukses melewati hadangan pertama di China Open 2025 dengan kemenangan dua gim atas wakil Jepang, Kaoru Sugiyama, 23-21, 21-9, Selasa, 22 Juli 2025, di Olympic Sports Center Gymnasium, China.

Setelah penampilan kurang meyakinkan di turnamen pekan lalu, Gregoria mengaku masih terus mencari bentuk permainan terbaiknya.

Tantangan di laga pembuka ini pun cukup besar, terutama karena kondisi lapangan yang berangin dan membuat gim pertama berjalan ketat dan penuh tekanan.

Baca Juga: Jorge Martin Mengaku Dirinya Seperti di Rumah Saat Berada di Paddock Aprilia

"Di gim pertama saya kesulitan mengatur tempo dan strategi. Banyak pengembalian yang tidak akurat karena arah angin. Untungnya, saat adu setting saya bisa memanfaatkan peluang," ujar Gregoria usai pertandingan.

Keberhasilan merebut gim pertama menjadi titik balik. Dengan kepercayaan diri yang meningkat, Gregoria tampil lebih nyaman di gim kedua dan berhasil mengontrol permainan sepenuhnya.

"Kepercayaan diri tumbuh dan saya bisa menerapkan pola yang diinginkan. Di posisi lapangan itu saya lebih nyaman dan bisa menekan lawan," imbuh unggulan kedelapan tersebut.

Sayangnya, Gregoria harus melaju sendirian di sektor tunggal putri setelah Putri Kusuma Wardani gagal mengikuti jejaknya. Putri kalah dalam duel tiga gim melawan tunggal Korea Selatan, Sim Yu Jin. 

Baca Juga: Dari Benfica ke Real Madrid, Alvaro Carreras Memulai Petualangan Barunya di Santiago Bernabeu

Ia mengakui kesulitan membaca pola permainan lawan yang menekan sejak awal dan membatasi ruang geraknya, terutama saat poin-poin kritis.

"Masih sama, pekerjaan rumah saya adalah fokus dan konsistensi. Di momen krusial saya masih banyak kehilangan poin karena itu," ucap Putri.

Dengan hasil ini, Gregoria menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di tunggal putri. Di babak 16 besar, ia akan berhadapan dengan Lin Hsiang Ti dari Taiwan. 

Gregoria unggul dalam rekor pertemuan usai menang di pertemuan pertama mereka pada Indonesia Masters awal tahun ini. 

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X