PBSI dan Asosiasi Bulutangkis Jepang Perkuat Kemitraan Jangka Panjang

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 21:49 WIB
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjalin kemitraan jangka panjang dengan Asosiasi Bulutangkis Jepang sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang. (PBSI)
Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjalin kemitraan jangka panjang dengan Asosiasi Bulutangkis Jepang sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Jepang. (PBSI)

Ketua Umum PBSI, M. Fadil Imran, menyambut positif kehadiran delegasi Asosiasi Bulutangkis Jepang

Ia menegaskan bahwa Indonesia Masters tidak hanya menjadi ajang kompetisi bulutangkis kelas dunia.

Turnamen ini juga berperan sebagai sarana memperkuat persahabatan serta meneguhkan nilai-nilai sportivitas antarnegara yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Chivu Tegaskan Blunder Sommer Adalah Instruksinya

Fadil menilai Indonesia dan Jepang memiliki peran penting dalam perkembangan bulutangkis Asia dan dunia.

Kedua negara secara konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi serta menerapkan standar profesionalisme tinggi dalam sistem pembinaan olahraga.

"Turnamen ini menjadi perayaan bulutangkis dunia sekaligus cerminan hubungan erat dan saling menghormati antara Indonesia dan Jepang, dua negara dengan sejarah panjang dan kontribusi besar bagi bulutangkis Asia dan dunia," ujar Fadil Imran.

Baca Juga: Carrick Soroti Talenta Mainoo, Manchester United Siapkan Kesempatan Lebih Besar

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Indonesia memandang Jepang tidak semata sebagai rival di arena pertandingan.

Jepang juga diposisikan sebagai mitra strategis yang memiliki kesamaan nilai, mulai dari profesionalisme dan disiplin hingga tata kelola organisasi serta sistem pembinaan dan pengembangan atlet.

PBSI menyampaikan apresiasi atas Nota Kesepahaman (MoU) yang diajukan Asosiasi Bulutangkis Jepang dan diterima pada 1 Desember lalu.
 
 
MoU ini dipandang sebagai fondasi awal untuk membangun kerja sama yang lebih sistematis dan berkesinambungan. 

PBSI melihat potensi kerja sama yang signifikan di berbagai bidang strategis. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan program pelatihan dan pembinaan atlet bersama, termasuk pertukaran keahlian olahraga serta metodologi kepelatihan. 

Selain itu, kolaborasi juga diharapkan meliputi pertukaran pengetahuan dalam sistem pembinaan berprestasi tinggi, pengembangan atlet usia muda, hingga manajemen kompetisi. 

Baca Juga: Persija Perkuat Skuad, Shayne Pattynama Dikontrak 2,5 Musim

Selain aspek teknis, PBSI juga membuka peluang kolaborasi di sektor bisnis dan komersial, termasuk penyelenggaraan event bersama, aktivasi sponsor lintas negara, serta pengembangan industri bulutangkis.

Kerja sama ini diyakini dapat memberikan manfaat bersama bagi kedua asosiasi sekaligus berkontribusi pada kemajuan bulutangkis di kawasan Asia. 

Selain membahas kerja sama bilateral, pertemuan ini juga menyinggung agenda besar olahraga Asia, yakni Asian Games 2026 yang akan diselenggarakan di Jepang pada September mendatang. 

Baca Juga: Hasil Super League: Bali United dan Persita Imbang, Malut United Pesta Gol

Bagi Indonesia, Asian Games merupakan ajang multi-cabang olahraga yang sangat penting, di mana bulutangkis memegang peran strategis sebagai salah satu cabang unggulan. 

Sehubungan dengan hal tersebut, PBSI menyampaikan harapan atas dukungan dan bantuan dari Asosiasi Bulutangkis Jepang, khususnya dalam memfasilitasi persiapan tim Indonesia menuju Asian Games 2026. 

Dukungan tersebut diharapkan mencakup koordinasi kamp pelatihan dan program adaptasi, dukungan logistik, kesiapan kompetisi, serta komunikasi yang intensif dan berkelanjutan antara kedua asosiasi selama masa persiapan.

Baca Juga: Gagal Cetak Gol Erling Haaland Minta Maaf, Pep Guardiola: Dia Tidak Perlu Minta Maaf

Dalam pertemuan tersebut, PBSI juga mengangkat isu fasilitasi visa olahraga bagi atlet Indonesia.

Fasilitasi ini dinilai krusial untuk mendukung perencanaan siklus latihan, pengaturan perjalanan internasional, serta pengelolaan jadwal performa puncak atlet.

PBSI menegaskan bahwa persoalan visa tidak semata bersifat administratif, melainkan merupakan bentuk kerja sama praktis yang secara langsung berkontribusi terhadap pencapaian prestasi dan peningkatan daya saing atlet di level internasional.

Baca Juga: Pelatih Manchester City Akui Arsenal Tim Terbaik di Dunia

"Marilah kita bekerja sama tidak hanya sebagai kompetitor di lapangan, tetapi sebagai mitra yang bersama-sama berkontribusi bagi pengembangan bulutangkis global," tutup Fadil Imran.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X