Ketangguhan mental menjadi kunci kebangkitan pasangan peringkat tujuh dunia tersebut hingga akhirnya membalikkan keadaan dan menang dua gim langsung, 21-19, 21-14.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kematangan Raymond/Joaquin dalam menghadapi tekanan besar, terutama bermain di Istora yang dikenal memiliki atmosfer paling menantang.
Dukungan penuh penonton justru menjadi energi tambahan bagi mereka untuk terus menjaga fokus hingga laga berakhir.
Baca Juga: Inter Milan Nyaris Dipermalukan Pisa, Cristian Chivu: Ini Tentang Sikap dan Persiapan Mental
Raymond menyebut kemenangan ini terasa spesial karena diraih di rumah sendiri. Bermain di Istora, menurutnya, adalah pengalaman yang selama ini hanya ia saksikan dari bangku penonton.
"Bersyukur bisa bermain dengan lancar dan tanpa kendala. Main di Istora itu rasanya berbeda, dari dulu cuma lihat senior-senior bertanding, sekarang kami yang ada di lapangan. Tentu harapannya bisa menutup turnamen ini dengan hasil terbaik," tutur Raymond.
Joaquin menambahkan bahwa kesiapan taktik menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Serie A: Duel Juventus vs Napoli Tersaji di Pekan ke-22
Meski sempat terkejut dengan permainan agresif Sabar/Reza di awal laga, mereka mampu cepat beradaptasi dan kembali menjalankan pola permainan yang telah disiapkan.
"Awalnya kami kaget karena tertinggal cepat, tapi setelah itu kami coba lebih tenang dan fokus ke pola menyerang. Setelah poin mulai kejar, permainan jadi lebih stabil," tambahnya.
Di sisi lain, Sabar/Reza mengakui momentum pertandingan berubah setelah keunggulan awal mereka gagal dipertahankan. Kepercayaan diri Raymond/Joaquin yang terus meningkat membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Baca Juga: Ferrari Kenalkan Mobil SF-26 Baru untuk Balap F1 Musim 2026
"Mereka bisa memanfaatkan momen saat kami mulai goyang. Di gim kedua mereka sudah lebih percaya diri, sementara kami cukup kesulitan untuk keluar dari tekanan," kata Reza.
Sabar pun mengakui perkembangan signifikan yang ditunjukkan Raymond/Joaquin dibandingkan pertemuan sebelumnya. Menurutnya, pasangan muda tersebut tampil lebih rapi dan solid, baik dalam menyerang maupun bertahan.
"Permainan mereka hari ini jauh lebih matang dan percaya diri. Terlihat jelas peningkatannya," imbuhnya.
Baca Juga: Chivu Tegaskan Blunder Sommer Adalah Instruksinya
Pada partai puncak, Raymond/Joaquin akan menghadapi tantangan berat dari pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Ganda unggulan itu melangkah ke final setelah menyingkirkan wakil Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, dua gim langsung 21-9, 21-15.
Artikel Terkait
Beban Status Tunggal Putri Utama, Putri KW Gagal Tembus Perempat Final Indonesia Masters 2026
Atmosfer Panas Istora, Bakar Semangat Alwi Farhan untuk Amankan Tiket Semifinal Indonesia Masters 2026
Jafar/Felisha Pikul Harapan Ganda Campuran Merah Putih di Semifinal Indonesia Masters 2026
Indonesia Masters 2026: Sabar/Reza dan Raymond/Nikolaus Menang, Indonesia Amankan Final Ganda Putra
Puasa Gelar Ganda Putri Indonesia di Indonesia Masters Berlanjut