Indonesia Masters 2026: Sabar/Reza dan Raymond/Nikolaus Menang, Indonesia Amankan Final Ganda Putra

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 23 Januari 2026 | 23:33 WIB
Mengalahkan juara bertahan,  Man Wei Chong/Kai Wun Tee di perempat final, Sabar/Reza pastikan sektor ganda putra Indonesia Masters 2026 ini punya juara baru. (PBSI)
Mengalahkan juara bertahan, Man Wei Chong/Kai Wun Tee di perempat final, Sabar/Reza pastikan sektor ganda putra Indonesia Masters 2026 ini punya juara baru. (PBSI)

SportlinkNews - Indonesia dipastikan memiliki satu wakil di partai puncak sektor ganda putra Indonesia Masters 2026 setelah dua pasangan Merah Putih akan saling berhadapan di babak semifinal. 

Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani memastikan langkah ke empat besar lebih dulu setelah meraih kemenangan solid atas juara bertahan asal Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee.

Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026, unggulan kelima Indonesia itu menang dua gim langsung dengan skor ketat 22-20, 21-19. Hasil tersebut memastikan sektor ganda putra akan melahirkan juara baru

Baca Juga: Ferrari Kenalkan Mobil SF-26 Baru untuk Balap F1 Musim 2026

“Alhamdulillah, kami bersyukur bisa memenangkan pertandingan perempat final ini. Tadi pertandingan juga tidak berjalan mudah bagi kami berdua,” kata Reza.

Ia menjelaskan bahwa pada gim pertama mereka terus berada dalam tekanan sehingga upaya membalikkan keadaan terasa sulit. Namun, memasuki poin-poin akhir gim, Reza menilai peluang mulai terbuka. 

Karena itu, ia dan Sabar memilih untuk terus mencoba dan meningkatkan fokus, hingga akhirnya usaha tersebut berbuah manis.

Baca Juga: Pemain Napoli yang Gagal, Lang, Disambut Kerumunan Bahagia Fans Galatasaray

Pada gim berikutnya, Sabar/Reza tampil lebih stabil dan mampu mengendalikan permainan. 

Sabar mengungkapkan bahwa secara pola permainan tidak ada perubahan signifikan dibandingkan gim pertama.

Namun, arahan dari pelatih Hendra Setiawan menjadi penekanan utama, terutama saat mereka kerap tertinggal dan kesulitan keluar dari tekanan lawan.

Baca Juga: Dony Tri Optimis Persija Bisa Amankan Tiga Poin dari Madura United

"Tadi Koh Hendra cuma menginstruksikan buat lebih percaya diri lagi, lebih fokus lagi biar kontrol pukulannya. Dan tadi di gim kedua kami meneruskan lakukan itu dan Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik tadi," ucapnya. 

Sementara itu, pada perempat final lainnya yang menghadirkan duel sesama wakil Indonesia antara Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berjalan sengit dan harus ditentukan lewat permainan tiga gim.

Raymond/Joaquin sempat tertinggal setelah kalah 18-21 pada gim pertama. Namun, mereka bangkit di gim kedua dengan kemenangan tipis 21-19 sebelum akhirnya memastikan tiket final lewat gim penentuan dengan skor 21-14.

Baca Juga: Roma 2-0 VfB Stuttgart: Dua Gol Menakjubkan Pisilli untuk Wujudkan Mimpi Europa League

Ini adalah kemenangan kedua Raymond/Joaquin atas seniornya tersebut sepanjang pertemuan mereka.

Fajar Alfian menilai laga berjalan sangat intens dengan banyak reli panjang yang menguras fisik. Pertandingan berdurasi lebih dari satu jam itu, menurutnya, menjadi ujian berat karena lawan tampil dengan kecepatan dan kekuatan yang impresif.

"Pertandingannya luar biasa, banyak reli panjang dan berjalan cukup lama. Mereka (pemain muda) punya speed dan power yang sangat baik, sehingga beberapa kali kami juga kewalahan," imbuh Fajar.

Baca Juga: Hasil Super League: Dua Penalti Persija Gagalkan Ambisi Madura United

Ia kembali menjelaskan bahwa perubahan strategi lawan menjadi faktor yang mengubah jalannya pertandingan. Meski sempat unggul jauh di awal, ia menilai lawan mulai berkembang sejak gim pertama dengan mengubah pola servis.

"Walaupun kami menang di gim pertama, mereka sudah mulai berkembang. Mereka mengubah servis menjadi lob dan drive, dan itu cukup membuat kami kewalahan karena beberapa poin didapat dari situ," ujar Fajar

"Perubahan itu meningkatkan kepercayaan diri mereka, yang kemudian berlanjut hingga gim kedua dan gim ketiga." 

Baca Juga: Debut Marc Guehi Bakal Turun Laga Melawan Wolverhampton Wanderers

Fajar pun menilai pertandingan tersebut menjadi catatan penting bagi mereka. Ia menyebut timnya perlu meningkatkan cara menghadapi lawan yang memiliki kecepatan tinggi serta kekuatan pukulan yang luar biasa.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X