SportlinkNews - Tim bulutangkis Indonesia menutup rangkaian turnamen BWF World Tour awal tahun dengan catatan sangat positif.
Pada ajang Thailand Masters 2026 level Super 300, Indonesia tampil dominan dengan meraih empat gelar juara dan dua posisi runner-up, sekaligus keluar sebagai juara umum.
Hasil tersebut menjadi modal berharga bagi Indonesia jelang menghadapi Kejuaraan Asia Beregu 2026 (BATC), 3-8 Februari 2026 di Qingdao, China.
Baca Juga: Bidik Sejarah Baru, Timnas Futsal Indonesia Siap Tantang Vietnam di Perempat Final Piala Asia 2026
Lebih dari sekadar jumlah gelar, Thailand Masters menghadirkan banyak indikator penting terkait arah pembinaan, regenerasi, serta kesiapan atlet menuju kompetisi beregu Asia.
Empat gelar juara yang diraih Indonesia datang dari latar belakang proses yang beragam.
Di sektor ganda putri, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amalia Cahaya Pratiwi langsung mencuri perhatian dengan meraih gelar Super 300 pertama sebagai pasangan anyar.
Baca Juga: Bojan Hodak Sorot Efektivitas Serangan Persib Usai Menang Tipis Lawan Persis
Thailand Masters menjadi turnamen kedua mereka setelah debut di Indonesia Masters pekan sebelumnya.
Sementara itu, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando menandai kebangkitan performa dengan meraih gelar Super 300 pertama sebagai pasangan.
Hasil ini menjadi sinyal positif setelah sebelumnya mereka sempat mencicipi gelar turnamen level Super 500 di Korea Open 2024.
Baca Juga: Enzo Fernandez Hampir Mengalami Insiden Memalukan saat Melepas Celananya
Gelar bersejarah juga diraih Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Kemenangan di Thailand Masters bukan hanya menjadi gelar Super 300 pertama, tetapi juga gelar World Tour pertama sepanjang karier mereka.
Dari sektor tunggal putra, Muhammad Zaki Ubaidillah (Ubed) menunjukkan akselerasi prestasi yang signifikan.
Setelah meraih gelar Super 100 dan medali perak SEA Games, Ubed kini berhasil naik level dengan menjuarai turnamen Super 300, menegaskan potensinya sebagai tulang punggung masa depan tunggal putra Indonesia.
Baca Juga: Barcelona Gagalkan Rencana Transfer Manchester United untuk Penyerang Senilai Rp 507 Miliar
Selain empat gelar juara, Indonesia juga mengoleksi dua posisi runner-up.
Hasil tersebut diraih pasangan muda Raymond Indra/Nicholas Joaquin di sektor ganda putra, yang sebelumnya juga menjadi finalis Indonesia Masters Super 500, serta pasangan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti di sektor ganda campuran.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menilai capaian di Thailand Masters 2026 sebagai hasil nyata dari program pembinaan yang dijalankan sepanjang 2025.
Baca Juga: Performa Tak Konsisten, Arbeloa Butuh Waktu Bangun Real Madrid
Namun demikian, ia menegaskan evaluasi tetap menjadi fokus utama, terutama menjelang Kejuaraan Asia Beregu.
Terkait debut Fadia/Tiwi, Eng Hian mengapresiasi hasil juara, namun menilai masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan.
"Harapan dari pergantian pasangan tentu adanya peningkatan prestasi. Tapi dari evaluasi bersama pelatih, masih ada pekerjaan rumah, terutama dari sisi fisik dan pola permainan agar siap bersaing di level yang lebih tinggi," kata Eng Hian.
Baca Juga: Emi Audero Terkena Lemparan Kembang Api, Suporter Inter Kehilangan Tiga Jari
Ia juga menyampaikan bahwa pasangan ganda putri lain seperti Rachel/Febi serta Ana/Trias masih membutuhkan peningkatan signifikan, khususnya dalam menjaga konsistensi permainan.
Untuk sektor ganda putra, Eng Hian berharap gelar juara Bagas/Leo menjadi titik balik performa mereka. "Saya berharap hasil ini menjadi momentum kebangkitan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka ke depan."
Sementara itu, untuk Raymond/Nicholas yang dua kali beruntun finis sebagai runner-up, Eng Hian menyoroti performa di partai final yang belum optimal.
Baca Juga: Dzikry Lazuardi Resmi Tinggalkan Persija, Gabung Staf Pelatih Timnas Indonesia
"Di final, performa mereka tidak seperti di babak-babak sebelumnya. Evaluasi utama adalah peningkatan kondisi fisik agar mampu tampil stabil di level turnamen yang lebih tinggi," jelasnya.
Penilaian positif juga diberikan kepada Adnan/Indah yang dinilai mampu menjawab target awal tahun dengan meraih gelar Super 300.
"Tentu harapannya mereka tidak cepat puas dan terus meningkatkan kualitas permainan," tambah mantan pasangan emas ganda putri Olimpiade Tokyo tersebut.
Baca Juga: Tabrakan dengan Rekan Setim Arsenal, Anneke Borbe Ditandu Keluar Lapangan dengan Penyangga Leher
Artikel Terkait
Terlalu Banyak Mengeluh, Tunggal Putri Malaysia Letshanaa Dikritik Jelang Kejuaraan Beregu Asia
Malaysia Andalkan Regenerasi, Indonesia Sambut Kembalinya Ginting di Kejuaraan Beregu Asia 2026
Daniel Marthin Belum Kembali, PBSI Sudah Siapkan Tandem Baru
Menuju Pelatnas, PBSI Gelar Seleknas 2026 untuk Atlet Taruna Berprestasi
Lima Wakil Banten Ikut Seleknas PP PBSI, Berharap Menyusul Putri KW dan Jafar Hidayatulloh di Pelatnas