PBSI Jadikan BATC 2026 Ajang Evaluasi Menuju Piala Thomas dan Uber

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Minggu, 8 Februari 2026 | 22:57 WIB
Prahdiska Bagas Shujiwo yang turun di partai ketiga menjadi pembuka jalan bagi Indonesia untuk kemudian berbalik unggul di akhir pertandingan melawan Malaysia pada Kejuaraan Beregu Asia 2026.  (PBSI)
Prahdiska Bagas Shujiwo yang turun di partai ketiga menjadi pembuka jalan bagi Indonesia untuk kemudian berbalik unggul di akhir pertandingan melawan Malaysia pada Kejuaraan Beregu Asia 2026. (PBSI)

SportlinkNews - Hasil Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 dipandang sebagai bagian penting dari proses pembinaan jangka menengah. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menilai BATC 2026 memberikan banyak gambaran terkait kualitas teknis, daya tahan mental, serta kesiapan pemain Indonesia dalam format pertandingan beregu tingkat Asia.

Sejak awal, turnamen ini memang diarahkan sebagai batu loncatan menuju Piala Thomas dan Uber 2026.

Baca Juga: Bertahan di Grup Dunia II, Menpora Minta PELTI Jaga Komitmen Pembinaan dan Pendampingan Atlet

Sehingga PBSI memilih tidak menurunkan komposisi terbaiknya dan memberi ruang lebih luas bagi pemain muda untuk merasakan atmosfer kompetisi beregu internasional.

Menurut Eng Hian, pendekatan tersebut memberi manfaat besar sebagai bahan pemetaan kekuatan tim.

Penampilan pemain muda, cara mereka merespons tekanan, hingga kemampuan menjalankan strategi beregu menjadi catatan utama yang akan digunakan dalam proses seleksi berikutnya.

Baca Juga: Yamaha Akui Motornya Butuh Lebih Banyak Tenaga, Siapkan Pengaturan untuk Tes Buriram

Dari sisi hasil, sektor putri dinilai mampu memenuhi sasaran. Keberhasilan kembali menembus semifinal dan membawa pulang medali perunggu dianggap mencerminkan konsistensi. 

Lebih menggembirakan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menunjukkan penampilan yang solid, sementara Ester Nurumi Tri Wardoyo tampil kompetitif setelah kembali ke lapangan.

Hal tersebut menjadi sinyal positif bagi persiapan tim Indonesia menuju Piala Uber yang akan digelar di Horsens, Denmark, pada April–Mei mendatang.

Baca Juga: Indonesia Amankan Posisi di Grup Dunia II Davis Cup

Sebaliknya, sektor putra menyisakan pekerjaan rumah. Target mencapai final belum tercapai, dan performa beberapa pemain dinilai masih perlu ditingkatkan. 

"Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memperkuat tim menjelang Piala Thomas, baik dari sisi teknik, strategi, maupun kesiapan mental menghadapi laga-laga krusial," ucapnya. 

Namun demikian, Eng Hian tetap memberikan apresiasi terhadap semangat juang pemain muda, khususnya di sektor tunggal putra.

Baca Juga: FIBA Resmikan Status Serigne Modou Kane Sebagai Pemain Lokal Indonesia

Ia menilai Moh Zaki Ubaidillah, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Richie Duta Richardo menunjukkan perkembangan yang menjanjikan serta mulai tampil lebih matang dalam pertandingan beregu.

"Secara capaian, hasil tim putra di BATC 2026 tetap menunjukkan progres dibandingkan edisi 2024, ketika Indonesia harus tersingkir di babak perempat final," ungkap Eng Hian.

"Kenaikan level ini menjadi indikasi bahwa regenerasi tengah berjalan, meski masih membutuhkan penguatan di sejumlah aspek," tambahnya lagi.

Baca Juga: Sukses Gelar Piala Asia 2028, Indonesia Bidik Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

BATC sendiri merupakan jalur kualifikasi resmi Asia menuju Piala Thomas dan Uber. Dengan menembus semifinal, Indonesia telah memastikan tiket ke putaran final Piala Thomas dan Uber 2026 yang akan diikuti 16 tim terbaik dunia.

Eng Hian berharap hasil ini dapat menjadi pemicu motivasi bagi para pemain.

Selain menjadi ajang evaluasi menyeluruh, BATC 2026 juga dinilai penting dalam mendongkrak peringkat dunia atlet yang diturunkan, sebagai bagian dari persiapan menuju target prestasi yang lebih tinggi di level global.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X