Kacau BWF Salah Hitung Rugikan Ganda Putra Indonesia, PBSI Beri Ultimatum

Suryansyah, Sportlink News
- Minggu, 14 Juli 2024 | 09:15 WIB
BWF rugikan pasangan ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di Olimpiade Paris 2024. (X/@INABadminton)
BWF rugikan pasangan ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri di Olimpiade Paris 2024. (X/@INABadminton)

SportlinkNews - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan kekecewaan sangat mendalam atas kesalahan perhitungan yang dilakukan BWF.

"Kesalahan perhitungan yang dilakukan BWF secara langsung tidak hanya merugikan pasangan Indonesia, khususnya Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, tetapi juga seluruh pasangan yang bertarung di Road to Paris 2024," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI M. Fadil Imran di Jakarta, Jumat (12/7).

Menurut Fadil, kebijakan tersebut membunuh fair play dan semangat luhur Olimpiade.

Baca Juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Terbang ke Prancis, Tunggu 10 Hari Baru Masuk Paris

Dampak dari kesalahan hitung Road to Paris dari BWF, berakibat sangat fatal. Ganda putra Prancis Ronan Labar/Lucas Corvee bisa tampil di Olimpiade Paris 2024 meski dari peringkat kualifikasi, sebenarnya mereka tidak lolos.

Labar/Corvee akhirnya bisa berlaga di Olimpiade Paris 2024. Sebab, banding yang mereka ajukan ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi dikabulkan.

Pada mulanya, Labar/Corvee berada dalam zona lolos ke Olimpiade. Tetapi, BWF lalu merevisi kesalahan hitungnya dan membuat rekan senegara mereka Christo Popov/Toma Junior Popov, memiliki poin lebih baik ketimbang Labar/Corvee.

Baca Juga: Daripada Pikirkan Piala Presiden, David da Silva Lebih Pilih Fokus ke Liga 1 2024-2025

Akhirnya, Popov bersaudara ada di peringkat 37, sedangkan Labar/Corvee berada di posisi 38. Jadi, yang dinyatakan lolos ke Olimpiade adalah Popov bersaudara. Bukan Labar/Corvee.

Hal ini membuat Labar/Corvee geram. Mereka lantas menggugat BWF ke CAS. Hasilnya, CAS mengabulkan tuntutan Labar/Corvee dan membuat mereka bisa tampil di Olimpiade Paris 2024.

Jadi, untuk pertama kali dalam sejarah Olimpiade, jumlah kontestan sektor ganda putra menjadi 17 pasangan.

Baca Juga: Kontingen Indonesia Dikukuhkan, Menpora Minta Bulutangkis Jaga Tradisi Emas Olimpiade

Oleh karena itu, tiga grup akan berisikan empat pasangan. Sedangkan satu grup bakal berisikan lima pasangan.

"Jika nanti Fajar Alfian/Muhamad Rian Ardianto masuk ke grup itu (yang berisi lima pasangan), maka mereka akan bertanding empat kali di fase grup. Ini sangat merugikan karena ada penambahan satu pertandingan," kata Fadil.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X