Selain itu, kesalahan perhitungan poin ini juga menimpa pasangan Indonesia lainnya Bagas Maulana/Muhammad Sohibul Fikri.
Salah satu contohnya, saat di ajang Badminton Asia 2024, Bagas/Fikri menjadi unggulan delapan dalam hitungan baru. Padahal, pada mulanya, Bagas/Fikri berada di seeded 9.
Posisi Bagas/Fikri yang dikejar alih-alih mengejar membuat tekanan kepada mereka menjadi lebih kuat. Pada ajang itu, Bagas/Fikri kalah di babak pertama.
PBSI, lanjut Fadil, akan segera berkirim surat ke BWF untuk menyikapi situasi ini. PBSI secara keras akan meminta pertanggungjawaban dari BWF.
Artikel Terkait
Pesan Jokowi untuk Kontingen Indonesia di Olimpiade Paris 2024: Pulang Bawa Medali
Copa America 2024: Angel Di Maria akan Pensiun Usai Pertandingan Final Argentina vs Kolombia
Persis Solo Datangkan Bek Muda Asal Papua Perkuat Barisan Jelang Liga 1
Copa America 2024: Lionel Messi Sudah Tidak Sakti, Argentina Terancam Gagal di Final
Final Piala Eropa 2024: Spanyol atau Inggris yang Pertama?