Indonesia Ukir Kemenangan di Ajang Asian School Badminton Championship 2024

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:24 WIB
Tim beregu Indonesia berjaya di ASBC 2024. (Wury/Kemenpora)
Tim beregu Indonesia berjaya di ASBC 2024. (Wury/Kemenpora)

SportlinkNews - Atlet pelajar Indonesia yang mengikuti ajang Asian School Badminton Championship (ASBC) 2024 berhasil mempersembahkan kemenangan untuk Indonesia.

Tim beregu putri Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 3-2, dan tim putra sukses menaklukkan Malaysia 3-0 di Gedung Olahraga Universitas Semarang (GOR USM), Rabu (28/8).

Ketua Tim Delegasi Indonesia Luluk Hadiyanto mengatakan kemenangan tim beregu putra dan putri Indonesia ini menjadi kebanggaan timnas ASBC 2024 dengan komposisi baru yang diluar ekspektasi.

Baca Juga: Babak Belur dalam Tiga Pertandingan, Pelatih PSBS Biak Akui Timnya Bermain Amburadul

"Saya merasa bersyukur atas pencapaian tim beregu putra dan putri Indonesia," ujar Luluk Hadiyanto.

"Namun demikian, untuk beregu putri ada yang perlu dievaluasi yaitu ketika sudah unggul 2-0 justru pemain-pemain muda Indonesia gagal memastikan keunggulan."

"Bahkan tim beregu putri Thailand menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat tunggal kedua dan ganda kedua," tutur Luluk Hadiyanto.

Baca Juga: Thailand Balas Dendam, Kalahkan Timnas Indonesia U-20 di Turnamen Seoul Earth on Us Cup 2024

Pada drama final beregu putri, pasangan Thailand, Prapasson P/Ratanon J berhasil menumbangkan Kezia Parangin Angin/Zalfa N. Hidayat dengan angka 20-22, 21-23.

Pertandingan penentu Indonesia menurunkan Fatimah Azzahra yang menjadi tunggal putri ke-3 sekaligus penentu bagi tim beregu putri Indonesia, bermain lebih tenang dan percaya diri atas lawannya.

Pebulu tangkis berusia 18 tahun itu mampu menutup set kedua dengan skor 21-18, sekaligus memastikan kemenangan tim bulu tangkis pelajar Indonesia untuk nomer beregu putri setelah pada set pertama unggul 21-10.

Baca Juga: Tim Papua Terkejut dengan Ukuran dan Kualitas Lapangan Futsal di GOR Futsal Dispora Sumut

"Saya bermain lepas dan berusaha bermain sebaik mungkin tanpa memikirkan hasilnya, meskipun sempat tertinggal 13-18 di set kedua."

"Ternyata strategi itu membuat lawan saya justru terbebani dan beberapa kali membuat kesalahan. Kali ini saya lebih beruntung," ucap Fatimah Azzahra.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: kemenpora

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X