Susunan Pelatih Baru PBSI, Strategi Menuju Olimpiade 2028

Muhammad Zaki Fajrul Haq, Sportlink News
- Jumat, 20 Desember 2024 | 19:30 WIB
PBSI telah merilis susunan pelatih Pelatnas Cipayung untuk mengemban tugas demi lolos ke Olimpiade 2028. (Bagus/Kemenpora)
PBSI telah merilis susunan pelatih Pelatnas Cipayung untuk mengemban tugas demi lolos ke Olimpiade 2028. (Bagus/Kemenpora)

SportlinkNews - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah merilis susunan pelatih Pelatnas Cipayung hasil rekrutmen terbuka yang berlangsung sejak 3 Desember 2024.

Dalam susunan tersebut, Mulyo Handoyo didapuk sebagai pelatih kepala sekaligus pelatih utama sektor tunggal putra.

Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menjelaskan bahwa proses rekrutmen melibatkan kerja sama dengan konsultan Dayalima untuk memastikan objektivitas melalui penilaian dan wawancara mendalam.

Baca Juga: Stadion Pakansari Jadi Kandang Timnas Indonesia di Semifinal ASEAN Cup 2024

Dari total 51 pelamar, terpilih 20 pelatih yang dinilai mampu membawa perubahan bagi bulu tangkis Indonesia.

"Rekrutmen ini terbuka dan jauh dari unsur suka atau tidak suka. Ada assessment dan interview terkait pemahaman bulu tangkis," ujar Taufik saat memberikan keterangan di Pelatnas Cipayung, Jumat (20/12/2024).

Sebanyak 50 pelamar berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI), baik yang berdomisili di dalam negeri maupun luar negeri, sementara satu pelamar merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Baca Juga: Kiper Persija Carlos Eduardo Muncul di Persija Training Ground

Namun, identitas WNA tersebut dirahasiakan atas permintaannya.

Taufik menjelaskan, jabatan ganda Mulyo sebagai pelatih kepala dan pelatih utama sektor tunggal putra dipilih demi efisiensi dan sinkronisasi.

"Beliau memimpin semua sektor, tetapi fokus di tunggal putra. Yang penting sinkronisasi antar pelatih, bukan soal titel jabatannya," ungkapnya.

Baca Juga: Hasil Liga 1: Madura United Akhirnya Menang, Taklukkan Bali United Lewat Brace Lulinha

Menurut Taufik, pelatih baru akan bekerja dengan kontrak awal selama dua tahun, tetapi dengan evaluasi berkala setiap tiga atau enam bulan.

Model kontrak ini memungkinkan adanya rotasi atau penggantian pelatih untuk menghindari zona nyaman.

Halaman:

Editor: Muhammad Zaki Fajrul Haq

Sumber: PBSI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X