"Kami menerapkan sistem kontrak dengan reward dan punishment berdasarkan target realistis, termasuk persiapan Olimpiade 2028," tambah Taufik.
Baca Juga: Jelang Putaran Kedua Liga 1 2024/2025, Persis Solo Jalin Kerja Sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison
Sebagai pelatih kepala, Mulyo menyadari perlunya percepatan regenerasi pemain muda, terutama setelah melihat performa Indonesia di BWF World Tour Finals yang tertinggal dibanding negara lain.
"Regenerasi harus dipercepat. Kami akan merekrut pemain muda dengan persyaratan ketat melalui kerja sama dengan pengurus provinsi," ujar Mulyo.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi kesenjangan usia antara pemain senior dan junior, agar Indonesia tetap kompetitif di kancah internasional.
Baca Juga: Apes, Persis Solo Kehilangan Pemain Andalannya Moussa Sidibe
Taufik juga menyoroti pentingnya peralatan sport science, psikologi olahraga, dan pembenahan mentalitas pemain sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
"Bulu tangkis tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental. Mindset zona nyaman harus diubah," tegasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada pelatih sebelumnya atas kontribusi mereka, seraya berharap pelatih baru mampu membawa prestasi lebih baik.
Baca Juga: Seberapa Penting Psikologi dalam Karier Bintang Tenis?
Dengan target Olimpiade 2028, PBSI berharap kolaborasi antara pelatih, pemain, dan pengurus dapat membawa bulu tangkis Indonesia ke level yang lebih tinggi.
"Pelatih harus lebih profesional, bertanggung jawab, dan membuktikan diri kepada masyarakat."
"Ini menjadi karier terakhir saya, dan saya ingin mewarnai bulu tangkis Indonesia dengan prestasi," tutup Mulyo.***
Artikel Terkait
EA SPORTS FC x Nike Rencanakan Masa Depan Game dan Sepak Bola
Ditinggal Tiga Pemainnya, Pelatih Persebaya Paul Munster Siapkan Skenario Lain
Dukungan Kuat Bonek dan Bonita Bikin Persebaya Selalu Unggul di Laga Kandang
Duel Madura United vs Bali United Tanpa Kehadiran Pelatih Kepala di Pinggir Lapangan
Intip Garasi Harry Kane, Mobilnya Senilai Rp 7,6 Miliar