Namun, ia optimistis dapat menyesuaikan pendekatan yang tepat untuk mengembangkan Gregoria Mariska dan rekan-rekannya.
Baca Juga: Marcus Rashford Jomblo Lagi, Resmi Ditinggal Pacar
"Karakter pemain tunggal putra dan putri tentu berbeda, jadi tugas saya adalah melakukan pendekatan sesuai karakter masing-masing pemain," kata Imam.
"Namun, dari segi teknik, saya rasa tidak ada masalah yang berarti."
Imam memasang target tinggi untuk tunggal putri Indonesia.
Baca Juga: Bukayo Saka Pakai Kruk, Suporter Arsenal Teriak Mimpi Buruk
Turnamen All England 2025 menjadi sasaran jangka pendek, diikuti oleh Kejuaraan Dunia, Asian Games 2026, hingga Olimpiade 2028 sebagai target jangka panjang.
"Dalam beberapa bulan ke depan ada All England yang menjadi fokus kami, selain turnamen besar lain seperti Kejuaraan Dunia dan Asian Games," jelas Imam.
"Selain itu, untuk World Tour yang berlangsung hampir setiap bulan, kami harus terus berupaya meraih kemenangan."
Baca Juga: Nike Zoom Vomero 5 Sudah Siap Jadi Pilihan Liburan Pantai
Lebih jauh, Imam berharap tidak hanya Gregoria yang menjadi tulang punggung tunggal putri Indonesia.
Ia ingin membangun tim yang solid dengan lebih dari satu pemain di peringkat dunia teratas.
"Harapannya, Gregoria tidak lagi memikul beban sendirian. Saya ingin setidaknya dua hingga tiga pemain tunggal putri Indonesia bisa menembus peringkat 10 besar dunia pada 2025," ujarnya.
Baca Juga: Kalah Lagi, Tyson Fury Marah Besar: Ini Keputusan Gila
Saat ini, Putri Kusuma Wardani menunjukkan perkembangan positif dengan menembus peringkat 20 besar dunia usai meraih gelar juara di Korea Masters 2024.
Artikel Terkait
Aston Villa 2 Manchester City 1: Guardiola Dilanda Krisis, Sang Juara Hanya Menang Sekali dari 12 Pertandingan
Barcelona 1-2 Atletico Madrid: Penantian 18 Tahun Berakhir, Atleti Bertakhta di La Liga
Atletico Kudeta Barcelona, Diego Simeone Bertarung seperti Monster
Oleksandr Usyk Pertahankan 3 Sabuk Juara, Karier Tyson Fury di Ujung Tanduk
Apakah Sport Science Menjadi Dasar Latihan Maraton?