SportlinkNews - Hasil All England 2025 pekan lalu memberikan dampak besar terhadap peringkat pemain Indonesia di rangking dunia BWF.
Turnamen BWF World Tour 1000 ini menjadi titik penentu beberapa pemain, baik yang mengalami lonjakan peringkat signifikan atau sebaliknya yang harus terjun bebas rangking dunianya.
Tiga wakil ganda putra Indonesia, salah satu yang mengalami peningkatan di rangking BWF per Selasa, 18 Maret 2025.
Tertinggi ada Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, keberhasilan mereka menyentuh final membuat rangking mereka melejit lima level ke posisi 13 dunia (58,390 poin) dari sebelumnya 18 dunia.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia Terbang Ribuan Kilometer Demi Merah Putih, Demi Garuda Mendunia
Mereka melewati rangking kompatriotnya Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan empat pasangan lainnya.
Meski terhenti di babak 16 Besar, tetapi mereka juga berhasil naik satu peringkat ke posisi 15 dunia (56,337 poin)
Sama dengan Fiksi/Bagas, Sabar Karyaman/Moh Reza Pahlevi yang kandas di babak semifinal pun mendapatkan tambahan poin.
Dengan tambahan 8400 poin mereka naik satu peringkat ke posisi tujuh BWF.
Baca Juga: Stadion Gelora Bandung Lautan Api Bakal Disulap Jadi Destinasi Sport Tourism Dunia
Sementara juara ganda putra all England 2024 Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, kendati kehilagan mahkota juaranya, tetap mereka konsisten pada posisi empat besar BWF (81,007 poin).
Sayangnya peningkatan peringkat ini tidak menyentuh pemain elite tunggal. Kegagalan Jonatan Christie mempertahanan gelar juaranya berpengaruh pada rangking dunianya.
Jonatan mengalami penurunan peringkat dua level dari pekan lalu yang berhasil menduduki peringkat 2 dunia, kini turun di posisi keempat
Begitu juga dengan runner up tahun lalu, Anthony Sinisuka Ginting (50,155 poin). Tidak tampilnya dirinya di kejuaraan ini membuatnya harus rela kehilangan banyak poin, dia pun terjun bebas dari peringkat sebelumnya.
Baca Juga: Standar Tinggi, Tim Pemandu Bakat Real Madrid Sulit Cari Pengganti Modric
Dari peringkat 18 dunia, dia terjun bebas ke posisi 24 dunia. Turun enam level.
Peningkatan paling pesat untuk wakil Indonesia di sektor ini datang dari Alwi Farhan yang naik dua level dari peringkat 39 menjadi 37 (37,984 poin).
Sementara satu pemain lainnya, Chico Aura Dwi Wardoyo (37,165 poin) turun drastis enam level ke posisi 39 dunia.
Hal serupa dialami oleh ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, yang gagal melaju jauh dan menghadapi ancaman keluar dari 10 besar ranking dunia.
Berikutnya, ada Swiss Open 2025, 18-23 Maret ini, di mana para pemain Indonesia memiliki peluang untuk segera menebus hasil kurang memuaskan di Birmingham dan kembali memperbaiki peringkat mereka di level dunia.
Sesuai dengan yang canangkan oleh PBSI, yakni mematok hasil maksimal, mengingat kejuaraan ini memiliki level lebih rendah dari All England.