SportlinkNews - Hasil apik ditorehkan Indonesia di dua laga pertama penyisihan Grup D Piala Sudirman 2025. Menang 5-0 atas Inggris, dan kemarin menundukkan India dengan keunggulan 4-1.
Namun, meski tampil cukup meyakinkan di dua laga tersebut, dikutip dari PBSI, Rabu, 30 April 2025, masih ada catatan yang diberikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpre) PP PBSI, Eng Hian untuk para pemainnya.
"Penampilan anak-anak sejauh ini cukup baik, apalagi jika melihat saat melawan Inggris dan di laga melawan India kemarin masih keliatan ada beberapa pemain yang masih tegang. Tapi itu buat saya hal wajar, meskipun tetap harus ada beberapa perbaikan untuk laga berikutnya, karena target kami adalah juara grup," katanya.
Baca Juga: Kejurnas Balap Motor OnePrix Kembali Bergulir, Hadir dengan Konsep Baru di 2025
Dua kemenangan di penyisihan grup ini, dinilai Eng Hian jadi modal bagus untuk menghadapi laga penyisihan akhir melawan Denmark.
Hasil laga ini akan menentukan siapa yang akan melangkah ke babak 8 Besar sebagai juara Grup D.
Indonesia mengincar juara grup, karena memiliki keuntungan. Sebagai juara, Indonesia dipastikan tidak akan bertemu dengan tim-tim besar seperti Jepang, Cina, dan Korea lebih awal di pertandingan nanti.
"Untuk laga selanjutnya, saya berharap pemain-pemain sudah bisa mengambil pengalaman dari pertandingan lawan India, bagaimana menghadapi kondisi lapangan. Bila kembali diturunkan, adaptasi mereka seharusnya sudah makin baik," tukasnya.
Baca Juga: Formula 1 Gandeng Chef Gordon Ramsay untuk Manjakan Penggemar di F1 Garage
Dari empat sektor yang berlaga, masih ada catatan khusus di ganda campuran.
Rinov Rivaldi/Pitha Haningtyas Mentari yang di laga pertama belum menemukan permainannya, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja di laga kedua juga dinilai Vita Marrisa, pelatih ganda campuran, masih belum bisa rileks mainnya.
"Mereka sempat unggul 19-16 di gim ketiga, namun akhirnya kalah dari pasangan India. Ini artinya, secara pola permainan mereka bisa unggul, kondisi bagus, hanya saja ada faktor non teknis masih besar, terlalu terburu-buru ingin menutup pertandingan," ujarnya.