SportlinkNews - Indonesia secara resmi mengajukan protes kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) terkait insiden di laga terakhir penyisihan Grup D melawan Denmark, Rabu, 29 April 2025, saat partai pertama berlangsung.
Surat protes PP PBSI diberikan melalui Kabid Hubungan Luar Negeri, Bambang Roedyanto ke BWF, Jumat, 2 Mei 2025.
Partai yang memainkan ganda campuran itu mempertemukan Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja yang berhadapan dengan Jesper Toft/Amalie Magelund.
Indisen ini terjadi saat gim pertama, kedudukan game point 21-20 untuk Denmark.
Baca Juga: Bojan Hodak Minta Pemainnya Waspadai Empat Pemain Malut United yang Berbahaya
Rinov melepaskan shuttlecock lawan yang keluar melebar, tetapi oleh wasit Victor Wong dari Hongkong, shuttlecock tersebut dinyatakan terkena raket Rinov (touch). Sehingga ketika itu Rinov/Gloria dinyatakan kalah 20-22.
"Keputusan wasit itu sangat merugikan Indonesia, karena saat pengecekan rekam ulang video pertandingan, terlihat jelas shuttlecock tidak mengenai raket Rinov," kata Kabid Humas PP PBSI, Yuni Kartika dikutip dari rilis PBSI.
"Surat protes disertai bukti rekaman pertandingan sudah diterima oleh BWF dan BWF menyetujui untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Digadang Akan Membela Timnas Indonesia, Kapten Leeds United Ini Tak Ingin Berduet dengan Jay Idzes
Insiden tersebut, menurut Rinov, berdampak besar pada performa mereka di gim-gim berikutnya.
Karena itu terjadi di saat momen krusial, saat dirinya dan Gloria sedang mengejar poin, namun justru dinyatakan pelanggaran dan pertandingan dinyatakan selesai.
"Padahal posisi kami sedang adu setting, saat dianggap foul langsung gim. Sangat tidak fair, kami sempat emosi tetapi wasit sudah ambil keputusan," ungkap Rinov selepas pertandingan kemarin.
Rinov/Gloria pun pada akhirnya harus legowo kalah dengan skor ketat 20-22, 23-21, 16-21.