SportlinkNews - PP PBSI menegaskan akan kembali melanjutkan proses evaluasi besar di Pelatnas PBSI.
Kali ini, Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, mengatakan bahwa proses evaluasi tidak hanya menyasar para atlet, tetapi juga mencakup pelatih, tim teknis, hingga tim pendukung seperti fisioterapis dan ahli gizi.
Evaluasi ini merupakan bagian dari penilaian sejauh mana kinerja, bukan hanya atlet, tetapi juga program latihan dari pelatih, serta tim pendukung dalam mendukung peningkatan prestasi atlet pelatnas di kancah internasional.
Baca Juga: Rizky Dwi Febrianto Resmi Berseragam Bali United FC Mulai Liga 1 2025/26
"Evaluasi kemarin baru separuh, karena kalau langsung semua sektor dievaluasi waktunya akan panjang. Besok jam 10 kami lanjutkan untuk bahas lebih detail, termasuk pelatih, teknik, fisik, dan tim support," ujar Taufik kepada media di The Plaza, Jakarta, Rabu, 25 Juni 2025.
"Kita akan lihat apakah sudah sejalan semua atau belum," tukasnya.
Ia pun menyinggung kesiapan para atlet utama yang absen dalam kejuaraan karena cedera atau penurunan performa.
Baca Juga: Sering Jebol Gawang Persija di Liga 1, Eksel Runtukahu Akhirnya Direkrut Macan Kemayoran
Menurut Taufik, sebelum kembali ke turnamen besar seperti Kejuaraan Dunia, para pemain harus melalui serangkaian uji kesiapan, bukan sekadar ikut demi mengejar poin.
"Kita tanya pelatihnya, atletnya benar-benar siap gak? Bisa gak main gim tiap hari?," tegasnya.
"Kalau cuma mau ikut-ikutan doang, mau ngapain? Kalah lagi, kalah lagi? Gak ada gunanya. Yang kita butuhkan sekarang itu adalah atlet yang benar-benar siap, bukan cuma mengejar ranking."
Baca Juga: Tersingkir dari Piala Dunia Antarklub Ribuan Suporter Boca Juniors Tetap Setia Mendukung
Hal itu juga sekaligus menanggapi pernyataan salah satu legenda yang menyebut bahwa target pemain Indonesia sekarang hanya sebatas peringkat 10 besar. Baginya, pola pikir seperti itu harus total diubah.
"Ranking itu ikut hasil. Gak ada juga orang juara karena ranking, yang masyarakat lihat itu ya juara satu," tegas Taufik.
"Saya minta mindset-nya dirubah, jangan money-oriented. Prestasi dulu, baru sponsor, hadiah, semua ngikutin. Kalau tidak ada prestasi, siapa yang mau sponsorin?" kata Taufik tajam.
Baca Juga: Permenpora No.14 Tahun 2024 Mengganggu Pembinaan Atlet, KONI Se-Jawa Tengah Minta Dicabut
Ia pun kembali menegaskan bahwa PBSI tidak akan ragu untuk mengambil keputusan tegas terhadap pemain yang stagnan terlalu lama di pelatnas.
"Kalau tidak ada progres, buat apa dipertahankan? Lebih baik mereka lanjut sekolah atau cari jalan lain. Kita juga dosa kalau nahan mereka lama-lama di pelatnas tanpa hasil," pungkasnya