SportlinkNews - Tinggi badan akan jadi salah satu kriteria tambahan dalam proses seleksi Audisi Umum PB Djarum 2025 yang akan digelar pada 8–12 September mendatang di GOR Djarum Jati, Kudus.
Tambahan kriteria ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan standar masuk pelatnas, yang akan mensyaratkan minimal tinggi badan, 170 cm untuk putra dan 160 cm untuk putri.
Sementara itu kriteria lainnya yang dicari adalah teknik dasar, semangat, dan mental bertanding.
Untuk tahun ini, audisi akan dibuka untuk tiga kategori usia, yaitu U-11 (8–10 tahun), KU-11 (11 tahun), dan KU-12 (12 tahun) untuk putra dan putri.
Baca Juga: Persib Bandung Diprioritaskan Tampil di AFC Challenge League, Absen di Shopee Cup
"Secara umum, kriteria dasarnya tetap sama, teknik dasar yang baik, semangat tinggi dan konsisten, serta fisik yang bisa dibentuk untuk bersaing di level dunia. Tapi tahun ini, kami tambahkan postur tubuh, terutama tinggi badan, karena itu jadi syarat masuk Pelatnas ke depan," ujar Fung Permadi, Manajer PB Djarum dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 3 Juli 2025.
Fung menjelaskan, rata-rata tinggi badan minimal yang diharapkan untuk peserta U-11 adalah 130 cm untuk putra dan 120 cm untuk putri. Meski jadi faktor penting, tetapi ia menegaskan bahwa tinggi badan bukan satu-satunya indikator.
"Kalau teknik dan mentalnya super, tetap kami pertimbangkan. Tapi untuk pemain dengan bakat rata-rata, postur akan jadi penentu," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Tunggal Putri PB Djarum, Yuni Kartika, mengakui bahwa postur tubuh ini menjadi faktor krusial di sektor putri.
Baca Juga: Kevin Mendoza Resmi Gabung Chonburi FC Usai Antar Persib Juara Liga 1 Dua Kali Beruntun
Hal ini terkait perubahan fisiologis yang terjadi setelah atlet putri mulai mengalami menstruasi, yang mana kerap terjadi penurunan performa atlet.
"Pemain putri dunia sekarang butuh kekuatan fisik ekstra. Kalau tidak tinggi, maka daya tahan fisiknya harus luar biasa. Makanya, postur jadi perhatian kami, selain teknik dan footwork," ungkap mantan juara Uber Cup 1994 itu.
Meski demikian, Yuni mengapresiasi kualitas bibit atlet putri saat ini. Ia melihat, sekarang banyak pemain putri muda memiliki teknik dasar dan footwork yang bagus.
"Jarak antara putri dan putra makin kecil, ini perkembangan yang menggembirakan," katanya.
Baca Juga: Gerald Vanenburg Yakin Timnas U-23 Indonesia Juara ASEAN Cup U-23 2025
Audisi PB Djarum tahun ini akan dibuka dengan fase screening satu gim 21 poin tanpa setting, dilanjutkan fase turnamen.
Atlet putra yang lolos ke semifinal dan putri yang mencapai final akan memperoleh Super Tiket untuk melanjutkan ke tahap karantina empat minggu (13 September–11 Oktober 2025), yang disertai dua kali eliminasi.
Atlet terpilih akan mendapat Beasiswa Bulutangkis dan bergabung dengan PB Djarum.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Unggah Penghormatan Emosional Mengharukan untuk Diogo Jota
Menurut Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, penambahan kriteria tinggi badan bukan untuk mempersempit kesempatan, tetapi agar proses pembinaan lebih sesuai dengan tuntutan bulutangkis modern.
"Ini bagian dari upaya menjaga kualitas dan kesinambungan ekosistem bulutangkis Indonesia. Kami ingin setiap atlet yang lolos benar-benar siap bersaing di level dunia," tegas Yoppy.
Hingga 3 Juli, sebanyak 333 peserta telah terdaftar, didominasi oleh kelompok KU-11 putra. Pendaftaran masih dibuka secara daring melalui laman resmi PB Djarum hingga 31 Agustus 2025, tanpa dipungut bayaran.