bulutangkis

Putri KW Masih Belum Lolos Ujian Empat Besar Usai Dikalahkan Akane di Korea Open 2025

Sabtu, 27 September 2025 | 23:34 WIB
Putri Kusuma Wardani belum bisa keluar dari bayang-bayang Akane Yamaguchi. Ia kembali tersingkir dari Akane, usai bertemu 27 September 2025.** (PBSI)

SportlinkNews - Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani masih belum berhasil memecahkan rasa penasarannya atas Akane Yamaguchi. Ia kembali dihentikan langkahnya oleh unggulan kedua tersebut untuk keenam kalinya di semifinal Korea Open 2025.

Pada laga ini, Putri menyerah dua gim langsung dengan skor 9-21, 14-21, Sabtu, 27 September 2025, di Suwon Gymnasium.

Pelatih tunggal putri, Imam Tohari, menilai permainan Putri sudah terbaca lawan sejak awal pertandingan. Kondisi itu membuat Putri kesulitan keluar dari tekanan.

Baca Juga: Facundo Garces Terkena Sanksi FIFA, Deportivo Alaves Buka Suara

"Permainan Putri sudah dihafal Akane, jadi semua pengembaliannya terbaca. Dia jadi bingung dan rasa percaya dirinya menurun," kata Imam.

Meski demikian, Imam menilai ada perkembangan setelah interval gim kedua. Putri mencoba lebih berani dan mampu memaksakan beberapa poin tambahan. Namun, dominasi Akane tetap sulit dibendung.

"Pada level ini, mau tidak mau pasti ketemu pemain empat besar dunia. Ujiannya memang di situ kalau mau tembus elite," ucapnya.

Baca Juga: Facundo Garces Terkena Sanksi FIFA, Deportivo Alaves Buka Suara

Saat ini Putri dinilainya memang masih berproses. Tapi ke depan dia harus bisa menang melawan lawan-lawan sekelas ini untuk dapat menambah kepercayaan dirinya.  

Menurut Imam, salah satu hal yang perlu dicontoh dari Akane adalah mentalitas bertanding yang semakin kuat saat strategi berjalan sukses. 

"Kalau idenya jalan, percaya dirinya makin meningkat. Serangan dan kecepatannya pun ikut naik. Power dan mental keyakinannya luar biasa," jelasnya.

Baca Juga: Nova Arianto Beberkan Target Timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia 2025

Ia menambahkan, budaya disiplin, kemauan keras, dan komitmen tinggi yang dimiliki para pemain Jepang, termasuk Akane, menjadi kunci kebangkitan mereka. Meski Akane sempat cedera dan terpuruk, tetapi, ia dinilai Imam bisa membuktikan diri. 

"Akane bisa bangkit lagi sampai juara dunia. Itu tidak mudah, tapi bisa dilakukan berkat tiga faktor tadi," tegas Imam.

Tags

Terkini