Beberapa waktu lalu ia harus berulang kali berjuang menghadapi cedera, menjalani pemulihan, hingga kembali sakit.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Matchday 2 Liga Champions, Barcelona Ditantang PSG
“Banyak waktu tersita untuk pemulihan, cari percaya diri, cari motivasi. Dan hari ini semuanya terbayar, terima kasih Tuhan,” ujar Jonatan.
Dalam evaluasinya soal laga final, Jonatan mengakui duel melawan Antonsen tidak mudah.
Kondisi lapangan yang dipengaruhi angin membuat ritme permainan cukup sulit.
Baca Juga: Frenkie de Jong Saingi Ronald Koeman Jadi Pemain Belanda yang Terbanyak Membela Barcelona
Namun, kepercayaan diri mulai tumbuh saat ia berhasil unggul tipis di gim penentuan.
“Di gim ketiga saya sempat unggul satu-dua poin. Itu membuat saya lebih percaya diri untuk tetap menjalankan strategi yang sama,” ucapnya.
Jonatan menegaskan masih memiliki motivasi besar untuk mengejar kemenangan lain.
Baca Juga: Operasional Spotify Camp Nou Tinggal Menunggu Pemberian Izin, Skuat Barcelona Siap Balik Kandang
Target terdekatnya adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin guna memperbaiki peringkat dunia yang sempat tertinggal akibat hasil kurang konsisten belakangan ini.
“Saya ingin kejar poin untuk naik peringkat dulu. Belakangan ini cukup tertinggal, jadi saya mau maksimalkan sisa tahun ini,” ujarnya.
Dengan kemenangan ini, Jonatan sekaligus membuktikan dirinya masih mampu bersaing di level elite.
Hasil di Korea Open 2025 bukan hanya menambah koleksi gelar Indonesia, tetapi juga memberi suntikan semangat bagi Jonatan untuk kembali bersinar di turnamen-turnamen berikutnya.