SportlinkNews - Menjelang bergulirnya Polytron Indonesia Open 2026, ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti terus mematangkan persiapan bersama pasangan barunya, Amallia Cahya Pratiwi.
Duet yang mulai menunjukkan perkembangan positif sepanjang musim ini tersebut siap menghadapi ujian besar di turnamen level Super 1000 yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 2-7 Juni ini.
Fadia menilai proses adaptasi dan pembangunan chemistry bersama Tiwi berjalan sesuai harapan. Meski belum mencapai performa terbaik, ia melihat adanya peningkatan yang cukup signifikan sejak awal tahun.
Baca Juga: Aurelien Tchouameni Buka Suara Soal Pertikaiannya dengan Fede Valverde, Menyangkal Pukulan
"Kalau melihat progres sejak Indonesia Masters pada Januari hingga Indonesia Open sekarang, perkembangannya cukup baik," kata Fadia saat jumpa pers di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Persiapan menuju Indonesia Open menjadi semakin penting mengingat persaingan ketat yang akan dihadapi para wakil Indonesia.
Salah satu tantangan awal bagi Fadia dan Tiwi adalah menghadapi pasangan Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama sektor ganda putri dunia, langsung di babak pertama.
Baca Juga: Pacar Kylian Mbappe Menari dengan Bad Bunny di Malam PSG Menangkan Liga Champions
Bagi Fadia, pertandingan tersebut dapat menjadi tolok ukur untuk mengukur sejauh mana perkembangan permainan dirinya dan Tiwi dibandingkan pasangan-pasangan elite dunia.
"Besok kami akan menghadapi Baek Ha-na dan Lee So-hee. Pertandingan itu bisa menjadi tolok ukur untuk mengetahui sejauh mana level kami saat ini," ujarnya.
Meski demikian, pasangan Indonesia ini memiliki modal positif. Pada pertemuan sebelumnya di Badminton Asia Championships (BAC), Fadia dan Tiwi berhasil mengalahkan pasangan Korea tersebut.
Baca Juga: Bukayo Saka Ungkap Strategi Inggris Redam Kebisingan Luar
"Sebelumnya kami juga pernah bertemu mereka di BAC dan berhasil menang. Semoga hasil tersebut bisa menjadi modal positif untuk pertandingan besok," ucap Fadia.
Di luar persiapan teknis menuju Indonesia Open, Fadia juga menanggapi dinamika yang terjadi di sektor ganda putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengakui pergantian pasangan yang cukup sering terjadi merupakan bagian dari proses regenerasi yang tengah berlangsung.
Baca Juga: Antonio Conte Tinggalkan Napoli, Kevin De Bruyne Soroti Formasi Defensif
Setelah berakhirnya era Greysia Polii/Apriyani Rahayu, PBSI terus mencari kombinasi terbaik untuk membangun kembali kekuatan ganda putri Indonesia.
Fadia sendiri sempat berpasangan dengan Apriyani sebelum kini membangun duet baru bersama Amallia.
"Sebagai pemain ganda, menurut saya bongkar-pasang pasangan merupakan hal yang cukup biasa," ungkapnya.
Baca Juga: Mathew Baker Masuk 23 Pemain Timnas Indonesia Lawan Oman dan Mozambik
Menurutnya, hampir seluruh pasangan ganda putri Indonesia saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Karena itu, dibutuhkan waktu dan proses agar setiap pasangan dapat menemukan chemistry dan konsistensi permainan terbaik.
Fadia berharap regenerasi yang sedang berjalan mampu melahirkan pasangan-pasangan andalan yang kembali membawa Indonesia bersaing di level tertinggi dunia.
"Saat ini kami semua masih dalam proses untuk berkembang. Semoga seluruh pasangan ganda putri Indonesia bisa kembali bersaing di level tertinggi dunia dan memiliki pasangan-pasangan andalan yang mampu meraih prestasi besar," tuturnya.
Artikel Terkait
Mulai 2027, Indonesia Open Hadir dengan Format Super 1000 yang Diperluas
Indonesia Open 2026 Usung Konsep Ala NBA, PBSI Targetkan Kembali Jadi Super 1000 Terbaik Dunia
Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Renegerasi Bulutangkis Indonesia
Empat Tahun Tanpa Gelar, Indonesia Berburu Kebangkitan di Istora
Alwi Farhan Jadikan Kegagalan Thomas Cup sebagai Motivasi di Istora.