SportlinkNews - Tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan membawa bekal kepercayaan diri yang meningkat jelang Polytron Indonesia Open 2026.
Namun di balik pencapaiannya menembus semifinal Singapore Open 2026, pemain berusia 20 tahun itu mengaku masih menyimpan pelajaran berharga dari kegagalan tim Indonesia di Thomas Cup.
Alwi menjadi salah satu nama yang mendapat sorotan menjelang turnamen Super 1000 di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, 2-7 Juni mendatang.
Baca Juga: Debut Bersejarah! Timnas Indonesia Raih Runner-Up Piala Dunia IFA7 2026 usai Ditundukkan Honduras
Penampilannya yang terus menunjukkan perkembangan membuat harapan publik terhadap dirinya semakin besar.
Meski demikian, perjalanan Alwi menuju level elite dunia tidak berlangsung mulus. Ia mengakui Thomas Cup menjadi salah satu fase paling berat dalam kariernya sejauh ini.
"Periode Thomas Cup memang cukup memukul saya secara pribadi. Itu menjadi pengalaman yang berat, baik bagi saya maupun tim Indonesia," kata Alwi kepada media di Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Baca Juga: Nike Sudah Memenangkan Perang Kolaborasi Piala Dunia
Pemain asal Solo itu mengungkapkan bahwa bayang-bayang kegagalan di ajang beregu paling bergengsi tersebut belum sepenuhnya hilang.
Namun, ia memilih menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi pemain yang lebih matang.
Menurut Alwi, tekanan yang dihadapi saat ini berbeda dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga: Sadis Media Sosial, Arsenal Jadi Lahan Emas Meme Usai Keok Melawan PSG
Jika dahulu ia lebih sering berperan sebagai pelapis, kini tanggung jawab yang diemban jauh lebih besar sebagai salah satu andalan tunggal putra Indonesia.
"Tekanan kali ini berbeda. Sekarang saya memiliki tanggung jawab yang lebih besar sebagai pemain utama. Itu tantangan yang berat, tetapi harus dihadapi dan diterima dengan dewasa," ujarnya.
Alwi menilai pengalaman menghadapi tekanan tersebut menjadi bagian penting dalam proses perkembangannya sebagai atlet profesional.
Baca Juga: Ferguson Kritik Pedas Taktik Arsenal: Membosankan!
Karena itu, ia berusaha fokus pada hal-hal yang bisa dikontrol, mulai dari persiapan hingga penampilan di lapangan.
Semifinal Singapore Open 2026 menjadi bukti bahwa proses tersebut mulai menunjukkan hasil. Alwi berhasil bersaing dengan sejumlah pemain papan atas dunia dan mencatatkan salah satu pencapaian terbaik dalam kariernya sejauh ini.
Meski puas dengan perkembangan yang ditunjukkan, Alwi merasa performanya masih belum berada di titik ideal.
Ia menilai masih banyak aspek yang perlu dibenahi agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi, terutama pada turnamen bergengsi seperti Indonesia Open.
Artikel Terkait
Mulai 2027, Indonesia Open Hadir dengan Format Super 1000 yang Diperluas
Indonesia Open 2026 Usung Konsep Ala NBA, PBSI Targetkan Kembali Jadi Super 1000 Terbaik Dunia
Jelang Indonesia Open 2026, Persaingan Tunggal Putra Makin Sulit Diprediksi
Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Renegerasi Bulutangkis Indonesia
Empat Tahun Tanpa Gelar, Indonesia Berburu Kebangkitan di Istora