SportlinkNews - Tunggal putra muda Indonesia Alwi Farhan terus mencuri perhatian di Singapore Open 2026.
Pemain berusia 20 tahun itu sukses melangkah ke semifinal usai menaklukkan wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung 21-12, 21-17 pada perempat final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Jumat, 29 Mei 2026.
Kemenangan tersebut terasa spesial bagi Alwi karena menjadi semifinal pertamanya di level BWF Super 750. Selain itu, hasil ini juga menjadi ajang balas revan setelah sebelumnya sempat kalah dari Naraoka pada pertemuan di Kejuaraan Asia.
Baca Juga: Aprilia Jalin Kemitraan Multi Tahun dengan Monster Energy di Grand Prix Italia
Alwi tampil percaya diri sejak awal pertandingan dengan permainan agresif dan tempo cepat yang membuat Naraoka kesulitan mengembangkan pola permainan.
Meski sempat mendapat tekanan pada gim kedua, Alwi mampu menjaga fokus hingga menutup laga dalam dua gim.
"Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750. Tadi sempat terkejar di gim kedua tapi bisa mengontrol tekanan dan bisa menguasai keadaan," tuturnya usai pertandingan.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Ingin Naik Kelas, Hector Souto Bawa Garuda TC ke Spanyol
Menariknya, Alwi mengaku justru menghadapi tekanan mental lebih besar setelah secara mengejutkan menyingkirkan unggulan pertama Shi Yu Qi pada babak sebelumnya.
Menurutnya, kemenangan besar itu sempat membuat pikirannya terbebani karena merasa seharusnya bisa mengalahkan lawan berikutnya. Namun ia berusaha belajar mengendalikan situasi agar tidak mengalami antiklimaks.
"Hari ini justru saya agak tertekan karena kemarin sudah mengalahkan unggulan pertama. Tapi saya mencoba mengontrol dan belajar dari pengalaman. Bermain bagus kemarin tidak menjamin hari ini bisa bermain bagus," katanya.
Baca Juga: Marc Marquez Sukses Jalani FP1 dan Diizinkan Mengikuti Balap Akhir Pekan di Mugello
Alwi juga menyoroti gaya permainan Kodai Naraoka yang kerap memperlambat tempo pertandingan. Karena itu, ia merasa harus lebih sabar dan siap menghadapi situasi teknis maupun nonteknis di lapangan.
"Kodai cukup sering delay the game jadi memang harus sabar dan siap dengan segala teknis dan non-teknis di lapangan. Saya belajar dari pertemuan pertama di Kejuaraan Asia lalu," ungkapnya.
Pada semifinal, Alwi akan menghadapi wakil Prancis Alex Lanier yang sebelumnya menyingkirkan unggulan ketiga asal Denmark Anders Antonsen lewat pertarungan tiga gim 14-21, 21-16, 21-16.
Baca Juga: Souto: Indonesia Punya Potensi Jadi Kekuatan Futsal Asia
Menghadapi semifinal nanti, Alwi memilih fokus menjalani pertandingan poin demi poin tanpa terlalu memikirkan besarnya tekanan.
Duel tersebut akan menjadi pertemuan keenam mereka, dengan Alex Lanier masih unggul tipis dalam rekor pertemuan.
"Besok tekanan pasti berbeda, tapi saya akan memikirkan poin per poinnya," imbuhnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gunakan Dua Stadion untuk Piala ASEAN 2026
Alwi juga mengaku mendapat banyak motivasi dari seniornya di sektor ganda putra, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, yang sama-sama lolos ke semifinal Singapore Open 2026.
"Saya dengan Aa Fajar dan Aa Fikri sangat dekat. Mereka selalu punya hal positif yang bisa dibagi. Hari ini mereka juga mencontohkan semangat di lapangan yang membuat saya semakin termotivasi," tambahnya.
Artikel Terkait
Debut di All England, Alwi Farhan Ubah Ritme Latihan saat Puasa
Alwi Farhan Harapan Terakhir Tunggal Putra Indonesia di All England 2026
Alwi Farhan dan Anthony Ginting Jaga Asa Tunggal Putra di Swiss Open 2026
Singapore Open 2026: Saat Wakil Indonesia Berguguran, Alwi Farhan Bersinar di Babak Pertama
Alwi Farhan Beli Kejutan, Tumbangkan Shi Yu Qi untuk Amankan Tiket Perempat Final Singapore Open